SUSUNAN ACARA PAWAI MELEPAS MATAHARI SEKALIGUS PENUTUPAN DENPASAR FESTIVAL 2010
A. Acara seremonial :
1. Pembukaan oleh MC dari Protokol.
2. Laporan ketua panitia Denpasar festival 2010.
3. Doa bersama oleh ketua FKAUB
4. Pemukulan kulkul oleh Bapak Walikota Denpasar,Ketua DPRD Denpasar
sebagai tanda dilepasnya pawai melepas matahari dan juga sekaligus menutup
Denpasar Festival 2010.
B. Pawai :
1. Tari Baris.
Tari Baris sebagai branding Kota Denpasar dengan iringan Instrumen Gong
Baleganjur
2. Kesenian tari Nusantara.
Teruna teruni Denpasar mengantarkan masing masing kesenian yang ditampilkan antara lain :
a. Gandrung Banyuwangi (Jawa Timur)
Tari Gandrung Banyuwangi dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Kesenian tari pergaulan ini masih satu genre dengan ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas dan jogged bumbung di Bali. Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali.
Ditarikan oleh anak anak SMAN 3 denpasar.
b. Tari Pagelu ( Tanah Toraja Sulawesi)
Tarian ini berasal dari Toraja Sulawesi Selatan. Biasanya tari ini dipergunakan pada saat upacara upacara penting, seperti upacara perkawinan dan upacara adat lainnya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rahmatnya.
Ditarikan oleh anak anak SMK 5 Denpasar dan IKIP.
c. Tari Kancet Lasan Kreasi baru ( Kalimantan)
Menggambarkan kehidupan sehari hari burung enggang, burung yang dimuliakan oleh suku dayak kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku dayak kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.
Ditarikan oleh anak-anak SMK 5 Denpasar
d. Tari Hegong Kreasi ( Nusa Tenggara Timur)
Hopong adalah sebuah upacara tradisional masyarakat helong yang mengijinkan para petani untuk menuai atau panen diladang pertanian.Upacara Hopong adalah suatu aktifitas yang dilakukan oleh para petani dalam bentuk bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan nenek moyang. Upacara Hopong dilakukan pada masa panen disuatu rumah yang ditentukan bersama dan dihadiri oleh tetua adat serta lapisan masyarakat. Tarian ini juga menggambarkan kehidupan bersama nilai religius, gotong royong.
Ditarikan oleh anak anak SMK 5 Denpasar.
e. Tari Japin ( Sumatra dan Kalimantan)
Tari Japin ini adalah kesenian Melayu yang berasal dari pulau Sumatra dan Kalimantan. Seiring masuknya agama Islam ketanah banjar pada abad XV yakni kerajaan banjar masuk Islam, Perkembangan pula kesenian Islam seperti Tari Japin. Tari Japin mengalami perkembangan menjadi beberapa macam Japin seperti Japin Kaula, Japin Sisit, Japin Anak Delapan, Japin Rantawan dan lainnya. Walaupun Japin bermacam-macam namun ciri khas Japin yakni pada step empat, tahtul dan sisit tidak hilang.
Ditarikan oleh anak anak SMK 5 Denpasar.
f. Tari Ronggeng Manis (Betawi)
Tari Ronggeng Manis Betawi merupakan salah satu bentuk tari pergaulan masyarakat setempat sebagai perpaduan antara nilai-nilai kebudayaan Betawi dengan masyarakat luar. Tari Cokek dipertunjukan terutama dalam merayakan kenduri atau perayaan hari besar orang Cina seperti pada perayaan keluarga, perayaan pernikahan, atau hiburan lainnya. Sebagai seni hiburan yang bersifat pergaulan, tari Cokek cukup popular dan berkembang di Jakarta dan daerah sekitarnya seperti Bekasi dan Tangerang. Sekarang tari Cokek tidak hanya didominasi oleh warga keturunan Cina saja, melainkan juga warga Pribumi yang berbaur dengan warga keturunan Cina baik sebagai pemain dalam grup seni maupun sebagai penonton.
Ditarikan oleh anak-anak SMK 5 Denpasar
g. Tari Piring (Minangkabau Sumatera Barat)
Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Periang, adalah salah satu jenis seni tari yang berasal dari Sumatera Barat. Dulu kala, Tari Piring diciptakan untuk memberi persembahan kepada para Dewa ketika memasuki masa panen, tapi setelah datangnya agama Islam di Minangkabau, tari piring tidak lagi untuk persembahan para Dewa tapi ditujukan bagi majlis-majlis keramaian yang dihadiri oleh para raja atau para pembesar negeri.
Tari Piring juga dipakai dalam acara keramaian lain misalnya seperti pada acara pesta perkawinan.
Ditarikan oleh anak-anak SMK 5 Denpasar
h. Baleganjur Inovasi
Sebuah karya musik yang diinovasi dari ensamble Baleganjur yang ditambah dengan peralatan musik rebana, drum, dan juga memanfaatkan gallon air sebagai alat baru. Komposisi yang dimainkan masih memakai pola pegilakan, walaupun dalam komposisi ini peralatan gong dan kempul ditiadakan, tetapi justru ditambahkan dengan beberapa tawa-tawa. Proses kreatif seperti ini diharapkan kedepannya semakin berkembang dengan inovasi-inovasi yang brilian, maka kesenian-kesenian puncak akan mulai tumbuh semarak di kota Denpasar.
Penata Musik: I Ketut Yuliartha Ulik
Grup: Banjar Abian Kapas Kaja