Kecamatan DENBAR
Pura Dalem Kahyangan BadungDeskripsi:
Pura Dalem Kahyangan Badung memiliki struktur tri mandala, yaitu jaba sisi (nista mandala) berada di sisi selatan dan barat, jaba tengah (madya mandala), dan jeroan (utama mandala) berada di sisi timur. Secara simbolis tiga halaman ini dihubungkan dengan konsep Tri Bhuwana yaitu tingkatan alam semesta (bhuwana agung) atau nista mandala melambangkan bhurloka yaitu alam fana tempat manusia, madya mandala melambangkan bwahloka yaitu alam pitra/roh atau alam peralihan, dan utama mandalamelambangkan swahloka yaitu sebagai alam para dewa atau dunia baka. Jaba sisi (nista mandala) dikelilingi dengan tembok terdapat Palinggih Tugu Ratu Ngurah Pangenter, Bale Kulkul, Wantilan, Bale Dana Punia, dan Bale Pranian.
Gapura/Paduraksa (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Gapura/paduraksa disebut juga Kori Agung ini dapat dikategorikan sebagai struktur obyek diduga cagar budaya, merupakan pintu pembatas dan pintu masuk dari halaman jaba tengah (madya mandala) ke halaman jeroan (utama mandala). Struktur gapura/paduraksa ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki terbuat dari susunan batu padas dengan lima anak tangga diapit reling terbuat dari susunan batu bata pada kanan kirinya, tempat meletakkanarca dwarapala pada sisi depan kaki dibentuk menggunakan susunan batu bata dengan hiasan pepalihan bebadungan, sedangkan pada bagian kaki sisi dalam memiliki tiga anak tangga.
Gapura/Paduraksa (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Gapura/paduraksa ini disebut juga Kori Babetelan dapat dikategorikan sebagai struktur obyekdiduga cagar budaya, berada di selatan gapura Kori Agung, sama sebagai pintu pembatas dan pintu masuk dari halaman jaba tengah (madya mandala) ke halaman jeroan (utama mandala). Struktur gapura/paduraksa lokasinya lebih rendah dibandingkan dengan gapura Kori Agung, dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki terbuat dari susunan batu bata, tetapi sudah dilapisi semendan memiliki satu anak tangga.
Tembok (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Tembok di Pura Dalem Kahyangan Badung dapat dikategorikan sebagai struktur obyek diduga cagarbudaya, mengelilingi beberapa halaman jaba tengah (madya mandala) dan sepenuhnya mengelilingi halaman jeroan (utama mandala). Struktur tembok secara keseluruhan terbuat dari susunan batu bata, dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki terbuat dari susunan batu bata, tetapi sudah dilapisi semen, bagian badan juga terbuat dari susunan batu bata berbentuk polos tanpa hiasan, beberapa bagiannya sudah dilapisi semen perekat. Sedangkan bagian atap tembok terbuat dari susunan batu bata semakin ke atas semakin kecil berbentuk limasan.
Gedong Kerebin Jagat (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Gedong Kerebin Langit terletak pada sisi timur paling utara di halaman jeroan (utama mandala) menghadap ke barat, dapat dikategorikan sebagai bangunan obyek diduga cagar budaya, dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki berhiaskan pepalihan khas bebadungan pada sisi barat dan selatan, ditengah-tengah pepalihanmemiliki motif tapak dara, dan terdapat lima anak tangga hingga bagian badan bawah. Badanbangunan terdiri dari dua bagian, badan bagian bawah berukuran tinggi 134 cm, lebar 204 cm, panjang 182 cm, memiliki hiasan pepalihan khas bebadungan hanya pada sisi barat dan selatan, dan permukaan sisi barat dihiasi dengan keramik-keramik poselin berbagai ukuran. Badan bagian atas berukuran tinggi 130 cm, lebar 189 cm, panjang 167 cm, berhiaskan pepalihan pada permukaan sisi barat dan selatan, keramik-keramik poselin berbagai ukuran menempel pada sisi barat, memiliki lubang pintu garbha graha pada sisi barat berukuran tinggi 97 cm, lebar 43 cm, dan pintu garbha graha terbuat dari kayu berwarna merah kombinasi kuning. Keramik-keramik porselin secara keseluruhan berjumlah 84 buah terdiri dari 7 buah berukuran besar, 37 berukuran sedang, dan 40 buah berukuran kecil. Bagian atap bangunan Gedong Kerebain Jagat disusun menggunakan struktur kayu dan ijuk berbentuk limasan.
Gedong Ida Ratu Bhatara Dalem (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Gedong Ida Ratu Bhatara Dalem terletak pada sisi timur menjadi bangunan sentral di halaman jeroan (utama mandala) menghadap ke barat, dapat dikategorikan sebagai bangunan obyek diduga cagar budaya,dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki berhiaskan pepalihan khas bebadungan pada sisi barat, selatan dan utara, ditengah- tengah pepalihan memiliki motif tapak dara, dan terdapat lima anak tangga menuju garbha garaha pada bagian badanlengkap dengan reling sudah dilapisi semen. Bagian kaki masih merupakan struktur bahan lama, berbeda dengan badan yang sudah diganti menggunakan bahan baru, tetapi bentuk maupunmotif hiasan badan masih seperti yang lama. Badan bangunan memiliki hiasan pepalihan khas bebadungan pada ketiga sisinya, kecuali sisi belakang rata tanpa motif hiasan, memiliki lubang pintu garbha graha pada sisi barat berukuran tinggi164 cm dan lebar 54, terbuat dari kayu berwarna merah kombinasi prada emas, pada bagian selasar mengapit pintu gedong diletakkan empat arca dwarapalamembawa tameng atau perisai dan pedang. Bagian atap bangunan Gedong Ida Bhatara Dalem disusun menggunakan struktur kayu dan ijuk berbentuk limasan disangga dengan sembilan tiang berbahan kayu.
Gedong Ratu Pemayun Sakti (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Gedong Ratu Pemayun Sakti terletak pada sisi timur tepatnya disebalah selatan Gedong Ida Bhatara Dalem di halaman jeroan (utama mandala) menghadap ke barat, dapat dikategorikan sebagai bangunan obyek diduga cagar budaya, dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki berhiaskan pepalihan khas bebadungan pada sisi barat, utara dan selatan, beberapa bagiannya sudah dilapisi dengan semen, ditengah-tengah pepalihan memiliki motif tapak dara, dan terdapat dua anak tangga menuju badan bawah. Badan bangunan terdiri dari dua bagian, badan bagian bawah berukuran tinggi 109 cm, lebar 176 cm, panjang 176 cm, memiliki hiasan pepalihan khas bebadungan pada sisi barat, utara dan selatan, permukaan sisi barat dihiasi dengan keramik-keramik poselin berbagai ukuran. Badan bagian atas berukuran tinggi 99 cm, lebar 156 cm, panjang 157 cm, berhiaskan pepalihan pada permukaan sisi barat, utara dan selatan, keramik-keramik poselin berbagai ukuran menempel pada sisi barat, memiliki lubang pintu garbha graha pada sisi barat berukuran tinggi 84 cm, lebar 36 cm, dan pintu garbha graha terbuat dari kayu berwarna merah kombinasi kuning. Selasar badan bawah diletakkan dua arca dwarapala membawa gada dan pedang. Keramik-keramik porselin secara keseluruhan berjumlah 119 buah terdiri dari 3 buah berukuran besar, 37 berukuran sedang, dan 79 buah berukuran kecil. Bagian atap bangunan Gedong Ratu Pemayun Sakti disusun menggunakan struktur kayu dan ijuk berbentuk limasan.
Gedong Ratu Geni (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Gedong Ratu Geni terletak pada sisi timur tepatnya di sebelah selatan GedoPemayun Agung di halaman jeroan (utama mandala) menghadap ke barat, dapat dikategorikan sebagai bangunan obyek diduga cagar budaya, dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki secara keseluruhan sudah dilapisi dengan semen dan memiliki tiga anak tangga menuju badan bawah. Badan bangunan terdiri dari dua bagian, badan bagian bawah berukuran tinggi 110 cm, lebar 135 cm, panjang 70 cm, memiliki hiasan pepalihan khas bebadungan hanya pada sisi barat, dihiasi dengan keramik-keramik poselin. Badan bagian atas berukuran tinggi 84 cm, lebar 127 cm, panjang 62 cm, berhiaskan pepalihan pada sisi barat saja, sedangkan permukaan samping maupun belakang polos tanpa hiasan, memiliki lubang pintu garbha graha pada sisi barat berukuran tinggi 62 cm, lebar 34 cm, dan pintu garbha graha terbuat dari kayu berwarna merah kombinasi kuning. Selasar badan bawah diletakkan dua arca dwarapala dengan rambut terurai salah satunya membawa pedang. Keramik- keramik porselin secara keseluruhan berjumlah 79 buah terdiri dari 8 buah berukuran besar, 10 berukuran sedang, dan 61 buah berukuran kecil. Bagian atap bangunan Gedong Ratu Pemayun Sakti disusun menggunakan struktur kayu dan ijuk berbentuk limasan.
Arca Dwarapala I (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Arca diletakkan di sebelah kanan pintu masuk garbha graha Gedong Ida Bhatara Dalem, kaki kiri ditekuk ke belakang, kaki kanan ditekuk ke depan di atas lapik persegi setinggi 21 cm, setiap sudut lapik dihiasi dengan motif karang bentolo, menggunakan mahkota kekendon lengkap dengan petitis pada dahi dan ron-ronan di belakang telinga. Menggunakan hara berupa susunan patra, gelang tangan (kankana) berupa pilinan, menggunakan baju sejenis rompi dengan lengan hingga pergelangan, kain bawah berupa cawat hingga menutupi lutut, dan wiron berupa lipatan polos dibalut hingga belakang. Raut wajah garang, mata melotot, mulut tebal lengkap dengan kumis, memperlihatkan gigi atas, hidung besar, dan telinga dipahatkan tebal. Tangan kiri membawa perisai (khetaka) di samping dada, sedangkan tangan kanan ditekuk ke atas membawa pedang.
Arca Dwarapala II (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Arca diletakkan di sebelah kanan pintu masuk garbha graha Gedong Ida Bhatara Dalem, berdampingan dengan arca dwarapala I, kaki kiri ditekuk ke belakang, kaki kanan ditekuk ke depan di atas lapik persegi setinggi 16 cm, setiap sudut lapik dihiasi dengan motif karang bentolo, menggunakan mahkota kekendon lengkap dengan petitis pada dahi dan ron-ronan di belakang telinga. Menggunakan hara berupa susunan patra, gelang tangan (kankana) berupa pilinan, tidak menggunakan baju rompi, menggunakan ikat dada/perut (udarabandha), kain bawah berupa cawat hingga di atas lutut, dan wiron berupa lipatan polos dibalut hingga belakang. Raut wajah garang, mata melotot, mulut tebal lengkap dengan kumis, memperlihatkan gigi atas, hidung besar, dan telinga dipahatkan tebal. Tangan kiri membawa perisai (khetaka) di samping dada, sedangkan tangan kanan ditekuk ke atas membawa pedang.
Arca Dwarapala III (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Arca diletakkan di sebelah kiri pintu masuk garbha graha Gedong Ida Bhatara Dalem, kaki kiri ditekuk ke belakang, kaki kanan ditekuk ke depan di atas lapik persegi setinggi 14 cm, setiap sudut lapik dihiasi dengan motif karang bentolo, menggunakan mahkota kekendon lengkap dengan petitis pada dahi dan ron- ronan di belakang telinga. Menggunakan kalung (hara) berupa susunan patra, gelang tangan (kankana) berupa pilinan, menggunakan baju rompi, kain bawah berupa cawat hingga di bawah lutut, dan wiron berupa lipatan polos dibalut hingga belakang. Raut wajah garang, mata melotot, mulut tebal lengkap dengan kumis, memperlihatkan gigi atas, hidung besar, dan telinga dipahatkan tebal. Tangan kiri membawa perisai (khetaka) di samping dada, sedangkan tangan kanan ditekuk ke atas membawa pedang diarahkan ke bawah.
Arca Dwarapala IV (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Arca diletakkan di sebelah kiri pintu masuk garbha graha Gedong Ida Bhatara Dalem, berdampingan dengan arca dwarapala III, kaki kiri ditekuk ke belakang, kaki kanan ditekuk ke depan di atas lapik persegi setinggi 16 cm, setiap sudut lapik dihiasi dengan motif karang bentolo, menggunakan mahkota kekendon lengkap dengan petitis pada dahi danron- ronan di belakang telinga. Kain bawah berupa cawat hingga di bawah lutut, dan wiron berupa lipatan polos dibalut hingga belakang. Raut wajah garang, mata melotot, mulut tebal lengkap dengan kumis, memperlihatkan gigi atas, hidung besar, dan telinga dipahatkan tebal. Tangan kiri membawa perisai (khetaka) beberapa bagiannya pecah di samping dada, sedangkan tangan kanan disilangkan depan dada di atas perisai (khetaka) membawa pedang kondisinya sudah patah.
Arca Dwarapala V (Pura Dalem Kahyangan Badung)Deskripsi:
Arca diletakkan di selasar sebelah kanan Gedong Ratu Pemayun Sakti, kaki kanan ditekuk ke belakang, kaki kiri ditekuk ke depan di atas lapik persegi setinggi 12 cm, setiap sudut lapik dihiasi dengan motif karang bentolo, tanpa mahkota, rambut dibiarkan terurai dengan petitis pada dahi. Arca duduk di atas kura-kura, kain bawah berupa cawat hingga di atas lutut, ikat pinggang berhiaskan patra karang bentolo menjuntai ke bawah. Raut wajah menyeramkan, mata besar melotot, mulut tebal lengkap dengan kumis, memperlihatkan gigi dan taring mencuat keluar, hidung besar, serta telinga dipahatkan tebal. Tangan kiri ditekuk ke depan di atas paha, sedangkan tangan kanan ditekuk ke depan dada membawa gada.