Menu

PARADE OGOH-OGOH NYEPI CAKA 1935

  • Rabu, 06 Maret 2013
  • 4371x Dilihat
PARADE OGOH-OGOH NYEPI CAKA 1935
Parade ogoh-ogoh merupakan suatu bentuk kreativitas umat Hindu di Kota Denpasar berkaitan dengan Upacara Ngerupuk, yaitu puncak dari Upacara Tawur Agung Kesanga. Pelaksanaan Parade Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1935 diselenggarakan pada sandi kala, Senin, 11 Maret 2013 di catus pata Kota Denpasar seputaran patung Catur Muka. Parade Ogoh-Ogoh ini dibingkai dengan tema, Ogoh-Ogoh Bhuta-kala Pangerupukan ditata dengan atraksi gerak (tari) dan ilustrasi (gamelan, tembang, dan tandak) untuk mendukung karakter ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh dibuat dari bahan-bahan yang tersedia dilingkungan masing-masing dengan mempertimbangkan kepraktisan, keterjangkauan, tidak berbahaya, dan bersifat estetis. Parade Ogoh-Ogoh pada Pangerupukan Nyepi Caka 1935 diikuti oleh 20 kelompok peserta yang terdiri atas 5 kelompok peserta dari setiap kecamatan di Kota Denpasar. Kedua puluh kelompok peserta Parade Ogoh-Ogoh ini merupakan partisipasi Sekaa Taruna dalam rangka memperkaya prosesi Tawur Agung Kesanga dan merayakan pergantian Caka. Untuk menentukan kedua puluh kelompok peserta Parade Ogoh-Ogoh terlebih dahulu dilakukan seleksi di kecamatan mulai dari 1 - 4 Maret 2013. Pedoman seleksi ini meliputi komposisi, kreativitas, dan ekspresi. Komposisi meliputi bentuk, proporsi, warna, dan aksesoris. Kreatvitas meliputi teknik dan rancang bangun badan, kerumitan, serta ornamentasi. Kemudian, ekspresi meliputi penampilan dan karakter dari tema. Dari seleksi ini ditentukan 5 kelompok peserta terbaik dari 169 kelompok yang hendak mengikuti Parade Ogoh-Ogoh. Kemudian, ditentukan 5 kelompok peserta dari Kecamatan Denpasar Timur, yaitu (1) ST. Pamuke, Banjar Kedaton (Sumerta Kelod); (2) ST. Dharma Kusuma, Banjar Sima; (3) ST. Dharma Putra, Banjar Pande; (4) ST. Yowana Para Marta, Banjar Tanjung Bungkak Kaja; dan (5) ST. Dharma Cita, Banjar Abiankapas Tengah. Dari Kecamatan Denpasar Selatan, yaitu (1) ST. Ria Remaja Kusuma, Banjar Geladag; (2) ST. Dharma Sakti, Banjar Dukuh Pesirahan; (3) ST. Dwi Dharma, Banjar Pekandelan (Sanur Kauh); (4) ST. Dharma Subhiksa, Banjar Sasih; dan (5) ST. Eka Jaya, Banjar Puseh Kauh. Dari Kecamatan Denpasar Barat, yaitu (1) ST. Dharma Putra, Banjar Beraban; (2) ST. Eka Santana, Banjar Sebelanga; (3) ST. Ruppti, Banjar Titih; (4) ST. Adnyana, Banjar Pemeragan; dan (5) ST. Tenaya Kusuma, Banjar Buagan. Berikutnya dari Kecamatan Denpasar Utara, yaitu (1) ST. Santika, Banjar Sedana Merta; (2) ST. Belaluan Sadmerta, Banjar Belaluan Sadmerta; (3) ST. Eka Buana, Banjar Batur; (4) ST. Wiwaradhika, Banjar Belong Gede; dan (5) ST. Saraswati, Banjar Kedaton (Tonja). Melalui Parade Ogoh-Ogoh ini pemerintah Kota Denpasar hendak mendorong kemandirian sekaa teruna sebagai satu unit sosial yang berperan dalam menjaga keteraturan dan ketertiban sosial di Kota Denpasar. Kemandirian sekaa teruna ini di tujukan untuk mengembangkan jati diri Kota Denpasar sejalan dengan peran dan fungsi sekaa teruna sebagai salah satu pilar tradisi Bali.

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH