SUBAK PADANGGALAK SEBAGAI DUTA KOTA DENPASAR MENGIKUTI LOMBA TINGKAT PROVINSI BALI TAHUN 2009
Sekretaris Daerah Kota Denpasar Drs A.A. Ngurah Rai Iswara M.Si mewakili Walikota Denpasar mendampingi Tim Penilai Lomba Subak Provinsi Bali pada hari Rabu, 9 September bertempat di Subak Padanggalak. Desa Kesiman Kertalanggu, Denpasar Timur
Terpilihnya Subak Padanggalak sebagai duta Kota Denpasar untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi karena Subak tersebut merupakan salah satu pengembangan pertanian dan kepariwisataan dengan konsep Kertalangu Desa Budaya ( Kertalangu Cultural Village) yang merupakan langkah memanfaatkan berbagai potensi fisik, biologis dan budaya untuk atraksi wisata.
Dari segi karakteristik luas wilayan Desa + 405 Ha, dengan lahan pertanian 112. Ha dan 80 Ha masih murni sedangkan sisanya terpencar dengan anggota Subak 235 orang. Subak Padanggalak dilihat dari segi komponen di Bidang Pawongan, Palemahan dan Parhyangan sudah cukup memadai walaupun pada tahun sebelumnya ada beberapa yang kurang seperti komponen Parhyangan dan untuk melengkapinya pada tahun 2009 melalui APBD Pemerintah Kota Denpasar membantu pembangunan di Bidang Parhyangan seperti Pembangunan Bali Kulkul, Pembangunan Jineng dan Pembangunan Dapur Subak.
Dengan system pola tanam Padi – Padi – Palawija, Subak Padanggalak mampu menghasilkan padi yang merupakan produk unggulan sebanyak 8 ton per-ha sekali panen.
Kabid Adat dan Tradisi pada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai ketua Tim mengatakan bahwa subak Padanggalak mempu mensinergikan pembangunan pertanian dengan pembangunan kepariwisataan yang dikemas dalam bentuk Desa Budaya Kertalangu hal ini sangat menguntungkan karena kegiatan dipersawahan dijadikan atraksi wisata serta dapat langsung menikmati pasar tani yang telah disediakan di Desa Budaya Kertalangu. Sambutan Walikota yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah dikatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sangat Komitmen mempertahankan subak karena sebagai salah satu cara untuk mempertahankan lahan pertanian disamping itu juga Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan sangat memperhatikan eksistensi lembaga subak sebagai organisasi tradisional dengan memberikan bantuan dan pembinaan secara berkelanjutan sehingga tetap eksis dan lestari serta dapat mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian secara besar-besaran
Perfilman (dar)