SIPNOSIS GONG KEBYAR GITA PRAMARTHA JAYA KARANG TARUNA DESA PEKRAMAN PANJER
TABUH KREASI PEPANGGULAN
PADU RASA
Dua elemen music yang dimiliki karakteristik yang berbeda yaitu music gambelan yang cenderung atraktif dan keras dipadukan dengan olah vocal yang dimiliki karakter lirih dan lembut, diharapkan bisa memberikanâ€NUANSA BARU†dalam perkembangan gong kebyar di era masa kini
Dalam ngadopsi keragaman etnis budaya yang berkembang secara harmonis di Kota Denpasar,penata mencoba mengemas dalam sebuah karya tabuh pepanggulan yang diberi judul “PADU RASAâ€
PENATA TABUH : Gede Arsana,S.Sn
PENATA VOKAL : Ni Nyoman Nik Suasti,S.Sn
KOORDINATOR : I Wayan Astawa, S.Sn
LEGONG KREASI
SAMANASANTAKA
Tersebutlah seorang putri cantik yang bernama indumati,putri kerajaan widharba yang memerintahkan kerajaan krethakesika.Penjelmaan bidadari harini yang dikutuk oleh seorang pertapa yaitu trnawindu karena diah harini ini menggagalkan tapa sang rsi.kecantikan indumati membuat raja raja terpikat.Pangeran Bhoja bermaksud untuk menikahkan anaknya melalui sayembara.Keinginan itu di sambut baik oleh indumati.Pada hari yang telah sayembara di gelar,indumati menjatuhkan hatinya pada Pangeran Aja dari kerajaan ayodya.
Raja yang lain merasa kecewa dan meninggalkan Widarbha,dan bermaksud membalas sakit hatinya pada pangeran Aja.Tetapi Pangeran Aja dapat menundukkan raja raja tersebut dan tersadar atas kesalahannya.Pangeran Aja dan Indumati pergi untuk menikmatikeindahan hutan di sekitar kerajaan Ayodya.Indumati teringat akan kutukan yang diterimanya.Melihat kesedihan itu Dewa Paramartha (SIWA) yang bersemayan di gunung Gokarna turun bersama sapta Rsi Narada yang bernyanyi dan memainkan alat music.Pada alat music itu terlilit kalung bunga sumanasa,yang diterpa oleh angin dan jatuh di pangkuan Indumati membuatnya sadarkan diri,setelah siuman Indumati mohon diri untuk kembali ke sorga serta berjanji untuk setia selam perpisahan.
PENATA TARI : Ni wayan Suartini, S.Sn
Ni Made Dwi Puspayani,SS
PENATA TABUH : I Made Suwendra,S.Sn
TABUH KREASI KEKEBYARAN
LUANG GANTUNG
Sebuah pengembangan teknik dan ritme permainan sebuah konsep yang dituangkan dalam barungan gong kebyar menjadi sebuah kompesisi tabuh yang kreatif dan inovatif.Dalam inflementasinya pada permainan tempo yang akan terjadi loncatan loncatan tempo yang “KOSONG†pada satu putaran,yang memberi kesan “NGANTUNG†dan putus putus pada komposisi ini.Pada jalinan melodi menggunakan teknik kontrapungdengan jalinan melodi ritmis harmoni (poliponik)dan permainan dinamika yang dinamis,memberikan kesan rumit dan diperlukan pemahaman yang cukup dalam penikmatanya.
PENATA TABUH : I Wayan Murda ,S.Sn
PEMBINA TABUH : I Wayan Joni Suparma,S.Sn
I Made Widiarta
I Wayan Sudana
I Gede Suweca S.Sn
FRAGMEN TARI
KERTHA BHISAMA
Tersebutlah luh sumi,anak dari dukuh melandang menjalin asmara dengan I Gusti Made Benculuk.Akibat dari jalinan asmara tersebut Ni Luh Sumi hamil.Karena hamil di luar nikah ni luh sumi di asingkan ke alas paku disertai ayah.Dari hubungan tersebut lahir Bang Kemulan yang tumbuh dewasa,dibesarkan oleh luh sumi dan binatang yang ada di hutan tersebut.Suatu hari raja Waturenggo datang ke alas paku setelah menyaksikan upacara di pura Uluwatu diiringi oleh para prajurit serta I Gusti Benculuk.Di alas paku pasukan kerajaan mengusik ketenangan binatang yang ada,sehingga membuat Bang Kemulan menjadi murka.Akhirnya terjadi pertempuran antara Bang Kemulan danI Gusti Benculuk.Ketika pertempuran sedang berkecambuk,raja Waturenggo memperhatikan orang yang bertarung tersebut seraya mempertanyakan jati diri si pemuda tersebut.Setelah mendengar penjelasan Dukuh Melandang raja Waturenggo menganugrahkan Bang Kemulan dengan gelar I Gusti Benculuk dan di tempat kejadian tersebut di tancapka tonggak sebagai tonggak yang bisa menjadi sejarah bagi masyarakat.Semenjak kejadian itu,tempat ini di beri nama Panjer,serta didirikan pura yang bernama pura dalem Pakuwon.
PENATA TARI : I Made Sumaryasa,S.Sn
PENATA TABUH : Sang Nyoman Putra Arsa Wijaya,S.Sn