Menu

Sinopsis Pawai Duta Kota Denpasar Pada Pembukaan Pawai PKB XXXIII Tahun 2011

  • Jumat, 10 Juni 2011
  • 1514x Dilihat
Sinopsis Pawai Duta Kota Denpasar Pada Pembukaan Pawai PKB XXXIII Tahun 2011
Pendahuluan Denpasar adalah kota budaya yang tidak terlepas dari kronologis sejarah, dimana pertumbuhan ekonomi, interaksi social dan akulturasi budaya tumbuh dan berkembang dengan pesatnya. Sebagai kota yang berasal dari peradaban sejarah dan keberadaan peninggalan Puri yang sampai sekarang masih keberadaannya, menjadikan Kota Denpasar berkembang dalam bingkai ritual dan religious berbasis budaya yang cukup beragam. Pemaknaan terhadap Tema PKB XXXIII Tahun 2011 (Desa Kala Patra) yang merupakan adaptasi multicultural. Multikulturalisme budaya dalam hal ini dimaknai sebagai bentuk gagasan, cara pandang, dan gerakan memperjuangkan kehidupan bersama yang harmonis dan saling menghargai dalam tatanan masyarakat. Materi Sajian Kota Denpasar Papan Identitas Kota Denpasar Diawali identitas Kota Denpasar (papan nama yang diusung sepasang rias madya) Kejayaan Jaman Kerajaan Di Denpasar Sejarah adanya kerajaan di Denpasar dengan Barisan Prajurit yang membawa bandrangan sebagai pembuka jalan ketika rombongan kerajaan hendak beranjang sana dengan segala Properti Umbul-Umbul, kober dan tedung yqang menjadikan symbol dari kebesaran sebuah kerajaan ketika mengiringi kereta kuda yang membawa raja dan permaisurinya. Prosesi ini diiringi dengan gambelan gong suling. Lambang Kota Denpasar Sajian keberadaan Denpasar pada jaman kerajaan selanjutnya dilanjutkan dengan tampilan Lambang Kota Denpasar yang diawali dengan property lambang pemerintahan, bendera, umbul-umbul dan sederetan truna-truni dengan busana adat dan perkembangan yang merupakan hasil binaan PKK Kota Denpasar. Akan mengawal lambing kota yang diusung dengan aksesoris mascot Kota berupa Bunga Jempiring. Dengan diiringi gambelan Semarapagulingan. Kesenian Multikultur Kedatangan kapal dagang Cina bertandang ke tanah Bali pada jamannya dengan kemegahannya membawa berbagai barang- barang cina dan budaya yang berbeda. Ditengah perahu berdiri seorang putrid cina dan panglima perangnya. Kedatangan kapal ini merupakan bagian dari cerita yang menggambarkan ketika awai masuknya peradaban cina ke Bali yang dikenal dengan cerita Dalem Balingkang. Setelah kapal berjalan diikuti oleh barisan prajurit (Baris Cina) yang merupakan inkulturasi budaya yang telah berakar di Denpasar dan hingga saat ini merupakan sungsungan di desa renon dengan berbagai keunikan yang diiringi dengan Gambelan Gong Beri. Penampilan sebuah kesenian yang popular dalam peradaban Cina yang juga telah menjadi bagian dari kesenian yang ada di Bali berupa Barong yang di akulturasikan dalam bentuk Barong Ket, juga merupakan inkulturasi budaya Cina yang telah menyatu dan menjadi sebuah tradisi bahkan bagian dari ritual. Sajian ini dibuat dalam bentuk seni penyajian yang menarik dengan keragaman barong yang ada dan diiringi Gambelan Bebonangan. Bentuk budaya dan seni yang sangat nyata dalam cerita Dalem Balingkang sampai sekarang ini menjadi tetamian adalah keberadaan Barong Landung. Adalah merupakan wujud penghormatan Raja Prabu Jaya Pangus dan Putri Cina Kang Cing Wi yang disajikan sebagai ilustrasi prosesi pawai kesenian multikultura dengan iringan sesandaran berupa Gambelan Bebatelan. Ogoh- Ogoh Ogoh- ogoh Catur Muka, ditampilkan cirri ketika memasuki areal Kota Denpasar. Patung Catur Muka memiliki makna yang sangat mendalam dilihat dari sejarah ketika perempatan tersebut masih di pajang jam lonceng dimana peninggalan penjajahan Belanda menyebutkan bawasannya perempatan ini disebut perempatan Lonceng. Dan ketika penatan mulai dibuat maka dibangunlah sebuah patung Catur Muka dengan pemaknaan tempat tersebut merupakan Catus Pata Utama yang merupakan letak poros dari keberadaann Kota Denpasar. Dengan diiringi Gamelan Baleganjur yang di kolaborasikan dengan Kendang Belik, adalah merupakan bentuk inovasi sajian berkesenian. Penutup Demikianlah sajian Pawai Kota Denpasar pada PKB XXXIII tahun 2011, yang merupaan wujud keperdulian terhadap perhatian dan perkembangan seni budaya yang dibingkai acuan propinsi dalam bentuk keragaman Multikultur, Implementasi dari Tema PKB (Desa Kala Patra) yang merupakan adaptasi dalam Multikultur.

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH