Menu

Sinopsis Film Dokumenter:

  • Rabu, 09 Juni 2010
  • 3660x Dilihat
Sinopsis Film Dokumenter:
Film ini mengisahkan upaya Klian Adat Br. Pitik-Kelurahan Pedungan, Kec. Denpasar Selatan, Kotamadya Denpasar, I Wayan Manggis, untuk menelusuri jejak warisan leluhur, yaitu tari Sanghyang Pitik dan Sanghyang Sengkrong yang telah punah (periode 1920 an – 1950 an) . Kedua tari Sanghyang ini bersumber dari Pura Sanghyang Pitik yang terletak di Br. Pitik. Dalam penelusurannya, I Wayan Manggis menemui dan mewawancarai orang-orang tua dan sesepuh Br. Pitik. Termasuk mencoba menelusuri dari lontar-lontar lama yang telah lapuk yang tersimpan di Pura Sanghyang Pitik. Selama penelusuran, I Wayan Manggis memperoleh informasi bahwa selain tari Sanghyang Pitik (diperkirakan terakhir kali dipentaskan pada dekade 1920 an) dan Sanghyang Sengkrong (periode tahun 1940 an – 1950 an), di Pura Sanghyang Pitik pernah lahir atau ada seni budaya tarian Gandrung, Legong, Cupa Grantang, Barong Bangkung, Barong Puoh dan Joget. Untuk tarian Gandrung, Cupa Grantang, Arja hanya sekali muncul terus menghilang. Itu karena hanya ucapan-ucapan spontan masyarakat saat memanen di sawah (sesaut muni). Sementara Barong Bangkung, Barong Puoh dan Joget pernah hadir pada periode 1940 an sampai 1960 an. Khusus untuk Barong Puoh menghilang karena sering kejadian siapa yang nyaluk barong puoh sering tertimpa bencana bahkan ada yang meninggal. Berbagai tarian itu ada di Br. Pitik semua karena taksu dari Pura Sanghyang Pitik. Hanya saja dari lontar yang ada belum banyak terungkap tentang keberadaan tari Sanghyang Pitik dan Sanghyang Sengkrong. Buktibukti tersisa yang masih tersimpan di pelinggih di Pura Sanghyang Pitik adalah gelung tari Sanghyang yang telah rusak dan lapuk!

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH