Menu

SEKAA PELEGONGAN LESTARI BUDAYA BR. MERANGGI, DESA KESIMAN PETILAN, KECAMTAN DENPASAR TIMUR.

  • Jumat, 01 Juli 2011
  • 972x Dilihat
SEKAA PELEGONGAN LESTARI BUDAYA BR. MERANGGI, DESA KESIMAN PETILAN, KECAMTAN DENPASAR TIMUR.
Tabuh Petegak Gilak Cengceng Gilak Cengceng mnurut masyarakat setempat merupakan sebuah komposisi gending gegilakan yang terdapat dalam barungan Gong Pelegongan dalam penyajian sebenarnya diawali dengan pukulan insinstrumen cengceng. Namun seiring dengan perkembangannya gending tersebut diawali dengan gegineman atau pengrangrang gender rambat. Dengan adanya penambahan pengrangrang tersebut timbulah rasa estetik yang begitu indah. Gending ini dalam penyajian sangat sederhana dalam pengolahan melodi dan ritmis. Begitu ciri penata lagu pada saat itu, dalam penataan lagunya sangat sederhana dan mudah dicerna. Legong Supraba Duta Menceritakan ancaman dari Prau Newata Kwaca akan menghancurkan Swarga Loka, apabila Dewi Supraba tidak mau menjadi istri dari Newata Kwaca. Betara indra mengutus Dewi Supraba dan arjuna untuk membunuh Newata Kwaca. Dewi Supraba berpura-pura menyerhkan diri untuk mengetahui kelemahan dari Newata Kwaca. Saking bangganya bertemu dengan Dewi Supraba, Newata Kwaca lupa diri dengan memberitahukan kelemahannya pada Dewi Supraba yait di pangkal lidahnya. Setelah diketahui kelemahannya akhirnya terbunuhlah Newata Kwaca oleh panah Arjuna. TaRI Legong Lasem Sebuah percintaan Prabu Lasem dengan Diah Rangke Sari. Suatu ketika Prabu Lasem menggoda Diah Rangke Sari dengan maksud agar mau menemani Prabu Lasem untuk memadu kasih di taman, sebelum berangkat berperang. Namun ajakan Prabu Lasem ditolak oleh Diah Rangke Sari dengan alasan Diah Rangke Sari tidak berkenan Prabu Lasem untuk berangkat berperang. Karena Diah Rangke Sari punya firasat buruk bahwa kekalahan akan berpihak pada Prabu Lasem. Semua firasat itu tidak dihiraukan oleh Prabu dan tetap mengajak Diah Rangke Sari memadu kasih. Apapun yang dilakukan oleh Prabu Lasem, Diah Rangke Sari tetap menolak sehingga terjadi kejar-kejaran sampai ke istana dan Diah Rangke Sari masuk serta menutup pintu istana. Melihat keadaan itu Prabu Lasem marah, dan dengan perasaan gundah gulana Prabu Lasem tetap berangkat berperang. Ditengah perjalannya Prabu dihadang oleh seekor burung gagak yang besar serta menyambar-nyambar dirinya. Kejadian itu sebagai pertanda akan terjadinya kekalahan dipihak Prabu Lasem jika terus berangkat berperang. Namun Prabu tidak menghiraukan shal itu. Ia tetap saja mengusir burung gagak itu dengan tujuajn tidak menghalangi perjalannya. Burung gagak itupun kewalahan menghadapi kebringasan Prabu Lasem dan akhirnya burung gagak itu pergi dan membiarkan Prabu Lasem berangkat berperang.

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH