Menu

SEKAA ANGKLUNG KEKLENTANGAN GITA SERASI BR.PEGOK, KELURAHAN SESETAN DENPASAR SELATAN Pada PKB XXXIII 2011

  • Selasa, 14 Juni 2011
  • 742x Dilihat
SEKAA ANGKLUNG KEKLENTANGAN GITA SERASI  BR.PEGOK, KELURAHAN SESETAN DENPASAR SELATAN Pada PKB XXXIII 2011
Parade Angklung Kebyar Gita Serasi Br.Pegok, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan tampil memukau penonton pada ajang PKB XXXIII yang bertempat di Stage Terbuka Nretya Mandala ( Kampus ISI Denpasar) pada pukul 20.00-22.00 Wita. Sekaa Angklung Duta Denpasar disaksikan langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Ngurah Rai Iswara, serta pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar berhadapan dengan sekaa Angklung Duta Kabupaten Badung. SATYA WACANA Secara konseptual memiliki arti sebagai sebuah kesetiaan dan tanggungjawab moral terhadap sesuatu yang diperbuat. Pemaknaan kata Satya Wacana diaplikasikan ke dalam alunan bilah-bilah angklung keklentangan sebagai pengejawantahan emosional sang penata dan merupakan media untuk mengekpresikan ide-ide dalam membangun komposisi melodi, ritme, tempo dan dinamika yang terbingkai dalam komposisi yag sejuk dan enak dinikmati. Penata : I Wayan Rundu Pembina : I Made Widiartha TARI KREASI ”KEMBANG STAMBUR” Kreativitas seniman Kota Denpasar tidak henti-hentinya berkarya secara inovatif tanpa meninggalkan kaidah-kaidah tradisi yang telah diwariskan. Salah satu contoh tradisi mejangeran masyarakat Br. Pegok telah memberikan inspirasi seni, sehingga muncul gagasan atau ide untuk menjadikannya sebuah tari kreasi tembang pergaulan yang berjudul “Kembang Stambur” Kembang Stambur yang berarti keindahan dalam kedinamisan gerak, tembang, yang selaras dengan iringannya, tanpa mengurangi makna sosialitas kehidupan. Penata Tari : I Gusti Ngurah Bagus Supartama, S.Sn Penata Karawitan : I Nyoman Sutrisna, S.Sn TABUH KREASI WISAYA Keinginan untuk mencari nafkah Terinspirasi dari situasi kondisi Kota Denpasar adlah sebuah Kota Metropolitan yang penduduknya cukup padat, dan kota ini tak pernah sepi dari aktivitas masyarakat untuk mencari nafkah demi kelangsungan hidup mereka. Walaupun banyak rintangan yang menghadang. Fenomena diatas dicoba dituangkan ke dalam Barungan Gamelan Angklung yang berlaras Selendro. Melalui kreativitas dan insting yang cukup penggarap mengkombinasikan unsure-unsur musik yang ada dengan pola-pola baru yang disesuaikan dengan kemampuan penabuh yang ada. Susunan melodi merupakan pokok garapan dan dihiasi dengan aksen-aksen serta dinamika yang dikemas menjadi pola garapan kekinian dengan judul Wisaya TARI MREGAPATI Sebuah Tari Kekebyaran yang mengambil tema ketangkasan dan keperkasaan dengan mengilustrasikan/ menggambarkan gerak-gerik binatang Singa/Si Raja Hutan yang dikemas dengan gerakan dinamis sarat dengan makna keperkasaan dan kegagahan. Tari ini diciptakan pada tahun 1942 oleh Bapak Nyoman Kaler dengan memadukan gaya/style Bali Utara dengan Bali Selatan. Kedua gaya/style yang telah dipadukan menjadi sebuah garapan tari yang menarik dan energik. Pembina Tabuh : I Gede Sueca, S.Sn Tari : I Gst. Ayu melistiari

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH