Menu

PEMBUKAAN UTSAWA DHARMAGITA TINGKAT KOTA DENPASAR TAHUN 2010

  • Senin, 01 November 2010
  • 503x Dilihat
PEMBUKAAN UTSAWA DHARMAGITA TINGKAT KOTA DENPASAR TAHUN 2010
Lomba Utsawa Dharmagita dibuka secara resmi oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan Penyerahan Piala Bergilir dan penyerahan CD Tuntunan Geguritan yang didampingi oleh Sekda Kota Denpasar A.A.N Rai Iswara. Utsawa Dharmagita dilaksanakan di Wantilan Pura Dalam Khayangan, Denpasar, Minggu 31 Oktober 2010. Lomba Utsawa Dharmagita diikuti oleh 200 peserta dari seluruh kecamatan se-Kota Denpasar. Lomba Utsawa Dharmagita ini akan berlangsung dari tanggal 31 Oktober sampai 2 Nopember mendatang. Sebelum acara lomba dimulai, diawali dengan pembacaan kekawin Kusuma Wicitra oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Drs.I Made Mudra,M.Si. Ketua Widyasaba Denpasar selaku Ketua panitia kegiatan itu Made Langgeng Buana mengatakan, kegiatan tersebut selain sebagai ajang kompetisi, juga merupakan salah satu sarana penyebarluasan dan pelestarian sastra sebagai pendukung pelaksanaan ritual Hindu di Bali. Kegiatan ini merupakan pembelajaran bagi generasi muda untuk mencintai sastra yang terkandung dalam Weda, yang merupakan hal pokok dan yang sudah seharusnya terus dimantapkan," Generasi muda sebagai penerus bangsa harus dibekali dengan nilai-nilai spiritual sehingga mampu membentengi diri dari derasnya arus global. Disamping itu untuk mencari bibit-bibit yang akan dilombakan pada ajang-ajang perlombaan yang lebih tinggi. Para peserta akan dibagi menjadi beberapa jenis, seperti tingkat anak-anak melombakan macepat dan kidung, tingkat melombakan macepat, kidung, sloka, kekawin, pala wakia dan darma wecana. Sedangkan untuk tingkat dewasa melombakan kidung, kekawin, pala wakia dan darma wecana. Melalui lomba ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca terhadap sastra bagi generasi muda. Ketua Widyasaba berharap nilai-nilai filsafat dan etika yang ditampilkan dengan estetika tinggi mampu menjadikan sastra sebagai fenomena universal yang tepat dalam membangun karakter bangsa sekaligus sebagai bahasa yang dapat diterima semua unsur masyarakat. Pada kesempatan itu, ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi wahana komunikasi para sastrawan Hindu untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah, khususnya pembangunan adat dan budaya Bali.Para peserta Utsawa Dharmagita cukup antusias mengikuti lomba walau hari Hujan. Acara tersebut berakhir pukul 21.30 Wita.

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH