Pembukaan Pembinaan /Workshop Sanggar Tari Se-Kota Denpasar 2010
Pembinaan /Workshop Sanggar Tari Se-Kota Denpasar 2010, dengan Pemukulan Gong dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sekaligus memberikan arahan. Pembinaan /Workshop Sanggar Tari diselenggarakan dari tanggal 20 s/d 21 September 2010, bertempat di Aula Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Thema yang diambil dalam Pembinaan/workshop kali ini yaitu peranan sanggar tari menuju Kota Denpasar berwawasan Budaya Unggulan. Peserta Pembinaan / Work Shop 2010 akan diikuti oleh Sanggar Tari Se Kota Denpasar yang dibagi dalam dua katagori sebagai berikut:
a. Penyampaian Makalah oleh empat ( 4 )
orang penyaji
b. Secara tehnis akan dipertunjukkan gerak -
gerak / dasar - dasar tari yang sebenarnya
oleh para Instruktur.
Terselenggaranya kegiatan ini yang tiada lain adalah untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada para pembina dan para instruktur yang tujuannya tiada lain adalah untuk menumbuhkan rasa kecintaan pada Seni Tari yang merupakan salah satu warisan budaya luhur.
Seperti kita ketahui bersama bahwa Seni Tari tersurat dalam warisan seni budaya yang dipakai dasar oleh umat Hindu untuk mengajegkan Bali di bidang seni tan. Setiap pelaksanaan upacara yadnya wajib diiringi oleh kegiatan - kegiatan seni tari misalnya tari rejang dewa, karena dengan tarian kita dapat menyatukan pikiran kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Untuk itulah kegiatan seni tari sangat penting diwariskan kepada generasi muda sebagai sarana untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Pemerintah Kota Denpasar senantiasa menyambut dengan gembira atas kreativitas dan gairah kehidupan seni tari di kalangan masyarakat yang memiliki bakat seni untuk dapat menunjukkan prestasi, bakat, dan Seni Tari dalam upaya membangun Kota Denpasar berwawasan Budaya yang merupakan salah satu fundamen dalam kehidupan sosial masyarakat Bali.
Pemilik Sanggar khususnya pelaku Seni Tari yang ada di Kota Denpasar pada khususnya untuk lebih dini mengantisipasi berbagai permasalahan yang timbul akibat semakin merebaknya pengaruh globalilisasi dan komunikasi. kita tidak akan bisa menutup diri dari berbagai pengaruh kemajuan dunia, namun demikian kitapun tidak boleh terlena akan kemajuan itu, karena apabila kita tidak mewaspadainya dapat dipastikan pengaruh pengaruh negatif itu akan dapat merusak norma - norma dan tatanan kehidupan kita. untuk itulah kita perlu meningkatkan diri memperdalam Seni Tari sebagai salah satu warisan budaya kita untuk menangkal / memfilter Budaya Asing, yang kurang cocok dalam tatanan kehidupan kita. Sehingga diharapkan nantinya perlu generasi muda mampu membuat/menciptakan, menghayati dan mengapresiasikan seni tari itu sendiri.
Demikian hal-hal yang dapat kami sampaikan, dalam pembukaan pembinaan/workshop Sanggar Tari Se-Kota Denpasar 2010.