PEMBUKAAN KEMAH BUDAYA DENPASAR TAHUN 2010 OLEH WALIKOTA DENPASAR
Kader Pelestari Budaya Kota Denpasar kembali menggelar Kemah Budaya di Wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Taman Poh Manis Denpasar, Rabu 1 Desember 2010. Kemah Budaya bertajuk ''Kebersahajaan Remaja Metropolis Menghadapi Tantangan Budaya di Kota Denpasar'' dibuka langsung Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Drs. Made Mudra dan Camat Denpasar Timur I.B. Alit, S.Pd.
Ketua Panitia Kemah Budaya III Seshia Arma Dwi Permata mengatakan, kemah budaya ini bertujuan mencari kader-kader remaja terbaik di Kota Denpasar yang dapat diandalkan dalam pelestarian budaya Bali di samping untuk memupuk jiwa kebersahajaan remaja dalam menyikapi tantangan budaya di Kota Denpasar yang makin mengglobal.Menurut Seshia, peran remaja sangat strategis dalam perkembangan dan peradaban budaya di suatu daerah. ''Sejarah menunjukkan bahwa suatu ibu kota selalu menjadi pusat dan hidupnya suatu budaya, dan remaja juga yang akan menjadi saksi serta pelaku terbentuknya suatu kebudayaan baru, bahkan tergusurnya hingga punahnya suatu budaya. Karena itu peran remaja dalam tumbuhnya suatu kebudayaan perlu diberikan ruang yang lebiah luas,'' katanya.
Kemah budaya berlangsung dari tanggal (1/12) hingga Jumat (3/12) dan diikuti 32 peserta dari perwakilan SMAN se-Kota Denpasar, akan diisi berbagai kegiatan seperti lomba karya ilmiah, keterampilan budaya dan lomba drama serta kesenian tradisional lainnya. Kegiatan ini lebih banyak mengaplikasikan konsep Tri Hita Karana.
Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Drs. Made Mudra menambahkan, kemah budaya ini sangat baik untuk membentuk watak serta karakter generasi muda yang mau mencintai budayanya sendiri. ''Generasi muda dewasa ini tidak cukup hanya pintar dan pandai dalam ilmu pengetahuan serta teknologi, tetapi juga harus paham dengan budayanya sendiri sehingga tidak kehilangan jati diri selaku manusia Bali.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar Rai Mantra yang ditemui usai membuka Kemah Budaya mengaku salut dengan ide dan prakarsa yang dilakukan oleh kader pelestari budaya Kota Denpasar. ''Ini merupakan wujud nyata peran generasi muda dalam mengaplikasikan dan mengimplementasi nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap dari kegiatan kemah budaya ini dapat memberikan inspirasi bagi remaja Kota Denpasar untuk berbuat sesuatu bagi kemuliaan dan keajegan budaya Bali,'' kata Rai Mantra.