Pelaksanaan Kegiatan Lokakarya, Sosialisasi Kebahasaan dan Lomba Penulisan Cerpen di Kota Denpasar Tahun 2010
Pembukaaan Lokakarya Kebahasaan dilaksanakan selasa, 19 Oktober 2010 di buka oleh Bapak Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Drs I Made Mudra,M.Si. Acara Lokakarya dilaksanakan dari tanggal 19 s/d 21 Oktober 2010 dari pukul 08.00 wita sampai selesai. Tempat pelaksanaan Lokakarya dilaksanakan di Aula Pasca Sarjana UNHI Tembau Denpasar. Dengan jumlah peserta Lokakarya adalah 60 orang, terdiri dari 20 orang guru SD, 20 orang guru SMP dan 20 orang dari guru SMA/SMAK. Instruktur Lokakarya, Tim Sosialisasi Kebahasaan dan Tim Juri Lomba Cerpen didatangkan dari Fakultas Sastra Bali Universitas Udayana dan Dosen Balai Bahasa.
Tema yang diambil yaitu : "Melalui Lokakarya Kebahasaan dan Penulisan Cerpen Kita Tumbuhkan Minat Generasi Muda terhadap Bahasa dan Aksara Bali sebagai Warisan Budaya". Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah:
• Agar seni sastra khususnya bahasa dan aksara Bali tidak ditinggalkan oleh generasi muda
• Menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni sastra khususnya bahasa dan aksara Bali
Terselenggaranya kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kecintaan pada aksara dan bahasa Bali yang merupakan salah satu warisan budaya Bali. Guru mempunyai peranan yang sangat strategis dalam membangun karakter bangsa. Bahasa dan aksara Bali adalah merupakan warisan budaya yang sangat perlu kita lestarikan, hal ini merupakan amanah masyarakat Bali akan kecintaannya terhadap budaya Bali. Jati diri suatu bangsa dibentuk oleh aksara dan sastra termasuk aksara Bali, maka itulah para guru harus mampu membuat siswanya menjadi senang dengan pelajaran bahasa Bali bukan sebaliknya setiap ada pelajaran Bahasa Bali muridnya tidak bergairah atau bolos dari pelajaran.
Melalui Lokakarya ini, peserta yang notabena adalah guru agar mampu senantiasa membuat anak didiknya menjadi insan-insan yang kreatif, inovatif untuk membangun Denpasar Kota yang kreatil berbasis budaya unggulan. Kreatif berarti mampu membangkitkan kebudayaan itu sendiri secara otonom melalui inerpower, pemikiran-pemikiran atau Iokal wisdom, hal ini perlu dilakukan mengingat Bali terkenal di dunia akibat dari keluhuran budaya yang dimiliki serta didukung pula oleh keindahan alam lingkungannya. Seperti yang kita ketahui, tugas seorang guru adalah sangat mulia dan sangat berat karena masa depan bangsa dan negara berada di pundak seorang guru.
Demikian yang dapat saya sampaikan semoga Lokakarya ini dapat memberikan manfaat dalam pelestarian budaya,