PAWAI MAHA BANDANA PRASADHA
artikel:
Pawai Maha Bandana prasadha memuat tentang Kehidupan pada jamannya diceritakan ketika Raja Badung Denpasar Turun ke masyarakat untuk melihat mengamati kehidupan masyarakatnya dari dekat.Spirit ini dimaknai sebagaimana seorang pemimpin yang dekat dengan masyarakatnya dan perduli akan apa yang dialami rakkyatnya.Hal lain yang menyangkut filosofis adalah bagaimana memaknai sebuah fenomena kehidupan yang merupakan siklus dimana setiap insan yang memamahami adapt dan budayanya, khususnya budaya Hindu Bali harus mengalami kehidupan seperti ini, sebagai landasan dan pijakan untuk menjaga dan menyebarkan informasi kepada generasi kita bahwa sesungguhnya budaya kita kaya dengan ragam dan filosofi tentang hidup dan kehidupan yang merupakan asset budaya unggulan di kota Denpasar.
Sinopsis :
Diceritakan Raja Badung Denpasar hendak anjang sana ketengah masyarakat , dengan diiringi dayang ,prajurit Kerajaan , umbul-umbul kebesaran , dan para punggawa kerajaan, hendak menyaksikan bagaimana kehidupan
masyarakatnya dan bagaimana memaknai sebuah budaya adiluhung dan juga penerapan ajaran agama hindu
yang dipahami. Prosesi kerajaan ini di iringi gambelan Semarepagulingan .dan ditengah tengah areal catur muka akan di gelar gong gede sebagai penghantar dalam kegiatan prosesi Setelah Prosesi kerajaan tiba di areal Catur Muka akan menempati sisi Bagian Timur Tenggara,yang akan menyaksikan jalannya prosesi. Prosesi pertama datanggnya dari arah timur menuju Catur muka dengan urutan sbb :
Prosesi Pertama : Prosesi ini datang dari arah timur yang menampilkan Gambaran tentang proses kelahiran
dan masa anak-anak yang diawali dengan prosesi Baleganjur anak anak.
- Prosesi kehidupan rumah tangga yang menunggu kelahiran seorang anak dengan ditampilkan berbagai kegiatan persalinan dan ibu menggendong anak dan prosesi ritual upacara tentang penyambutan lahirnya seorang bayi, secara adat dan agama hindu. Prosesi upacara ini ditampilkan diatas bale yang dibuat dari kereta hias yang diatasnya di isi atraksi upacara nyambutin dengan wayang gedog dan juga dilengkapi penari topeng sidakarya sebagai penghantar.
- Setelah proses upacara akan ditampilkan kegiatan masa anak-anak dengan berbagai
permainannya dan keseniannya ( Ngelawang barong-barongan dll.)
- Keseluruhan prosesi ini akan memutar searah jarum jam di areal lapangan Catur Muka dan
berhenti kembali di sektor Timur diarah kedatangan prosesi yang akan menunggu prosesi
yang lain. Menghadap ke Patung Catur Muka.
Prosesi Kedua ; Prosesi Kedua Datang Dari Arah Selatan yang akan menampilkan adi mredangga remaja.dan diikuti oleh kegiatan dan kelengkapan upacara ngeraja singa dan ngeraja swala ( Menek Daha) sampai dengan mepandes sebagai icon dibuatkan property berupa bale diatas kereta yang menampilkan prosesi pendeta sedang mejaya jaya dua orang yang menek daha.sebagai penghantar dilengkapai topeng sidakarya.
- Setelah proses upacara diikuti kegiatan para remaja berupa kegiatan memed-medan yang
menjadi pariwisata unggulan Kota Denpasar,
- Selanjutnya ditampilkan jenis kesenian para remaja dengan diiringi instrument pengiring.
Prosesi Ketiga: - Prosesi Ini Datang Dari Arah Barat
- Diawali dengan Gambelan semarepagulingan sebagai penghantar. Selanjutnya akan
di tampilkan prosesi kegiatan menjelang pewiwahan dengan berbagai kelengkapan sarana
prasarana dalam kegiatan pinangan seperti budaya Bali yang perlu digali lagi
- Sebagai Icon dibuatkan bale diatas kereta hias yang menampilkan upacara pewiwahan
dengan pendeta sebagai penghulu. Sebagai penghantar dilengkapi topeng sidekarya sebagai
penghantar.
- Setelah kegiatan upacara ditampilkan kegiatan remaja dewasa dengan menampilkan berbagai tata rias dan busana, juga menempilkan busana truna truni Denpasar.
- Selain kegiatan juga ditampilkan bentuk kesenian dengan iringan
Prosesi Keempat:
- Prosesi ini datang dari arah utara
- Diawali dengan tetabuhan gambang yang mengawali prosesi ngasti atau memukur dengan
menampilkan prosesi eteh-eteh dan berbagai kelengkapannya sebagai Icon Dibuatkan Bale
diatas kereta hias yang memampilkan seorang pendeta sedang nyurat name ataupun nugel
buluh dan dilengkapai dengan seorang sedang memutru. Sebagai penghantar dilengkapi
dengan topeng sidekarya.
- Setelah prosesi upacara ditampilkan berbagai kegiatan meebat-ebatan dan segala macam
kegiatan masyarakat dalam rangkaian acara tersebut.
- Juga ditampilkan bentuk kesenian Wali yang diiringai gambelan baleganjur.
PROSES PENJELASAN PROSESI :
- Prosesi Pertama Akan Muncul Dari Selatan Start Di Depan Kodam Udayana
- Peserta Prosesi. Dari Timur Akan Start Di Kantor DPD Golkar Menuju
Patung Catur Muka.
- Peserta Prosesi Ke Dua Akan Start Di Depan Bank Mandiri Gemeh Dekat Tiara Dewata.
Menuju Patung Catur Muka.
- Peserta Prosesi ke Tiga Akan Start Di Depan Bank BRI/ BNI Denpasar.menuju Patung Catuir
Muka.
- Peserta Prosesi Ke empat Akan Start Di Depan Bali Hotel menuju Patung Catur Muka.
- Seluruh peserta pawai setelah tiba di arela patung catur muka akan mengelilingi patung
tersebut sekali putaran, selanjutnya berhenti diarah kedatangannya masing-masing
menghadap patung Catur Muka.
- Seluruh Icon Prosesi Berupa Bale Diatas Kereta dengangn Kelengkapannya di siagakan di
depan untuk melakukan kegiatan memutar kembali secara bersamaan untuk keempat
property pawai tersebut yang merupakan simbul perputaran ( siklus kehidupan)
- Topeng sidakarya masing –masing peserta menari yang diiringai gambelan pengiring dan
segala proses ritual(Upacara) dilakukan Di areal Patung Catur Muka Tersebut.
- Seluruh Materi Kesenian yang ditampilkan atraksi bersama sama Setelah proses selesai
memutar sebanyak 3 putaran prosesi akan out dari areal bersama sama kearah Timur yang
diawali oleh peserta Pertama dan selanjutnya.Sebagai penutup kembalinya prosesi kerajaan
mengikuti prosesi sebelumnya.