PARADE GONG KEBYAR ANAK-ANAK PKB XXXII TAHUN 2010 SEKAA GONG KEBYAR “SAD GUNA KUMARA†BR.LEBAH, DESA SUMERTA KAJA
TABUH KREASI PEPANGGULAN †RARENG PLAYON â€
Kehidupan masa anak-anak yang dalam kesehariannya suka bermain-main, seperti bermain gambelan yang penuh ekspresi dan tampa beban, selalu ceria dan gembira dalam melakukan aktifitasnya. “ RARENG PLAYON †Merupakan gabungan dari kata RARE ING PLAYON, †RARE †Yang artinya anak-anak dan †PLAYON †yang artinya permainan penuh kegembiraan, itulah gambaran sifat alami dari anak-anak.
Memaknai hal diatas pinata mencoba mengimplementasikan kegembiraan anak-anak saat bermain-main ke dalam barungan Gambelan Gong Kebyar menjadi sebuah garapan Tabuh Kreasi Pepanggulan dengan menginterprestasikan elemen-elemen musik seperti Melodi, Ritme, Tempo dan Dinamika serta dengan daya kreatif, sesitifitas, tabuh kreasi Pepanggulan dengan judul “ RARENG PLAYON â€
Penata Tabuh : I Wayan Murda.S.Sn
Pembina Tabuh : I Made Suwendra.S.Sn, I Wayan Sudana
TARI PENDET
Perkembangan Tari Pendet sekarang ini begitu diminati masyarakat Bali hingga masyarakat belahan Dunia. Tari ini merupakan pengembanagan dari TARI MEMENDET di pura pada saat upacara sebagai tanda sujud padaNya. Atas dasar memendet itulah tercetus ide dari seniman Br.Lebah Denpasar Timur yaitu Alm, Bapak I Wayan rindi pada tahun 1950-an, untuk menciptakan tari penyambutan yang ditujukan kepada para wisatawan yang datang ke Bali, sebagai ucapan selamat datang. Tari tersebut dinamakan tari PENDET PUJASTUTI
Tarian ini biasanya ditarikan oleh 6-8 orang penari, bahkan lebih disesuaikan dengan kebutuhan panggung. Simbul-simbul gerak tari pendet memberikan kesan selamat datang, cakupan tangan dan taburan bunga penghantar ketulusan hati dan terima kasih kepada para undangan. Selaras dengan perkembangannya sekarang ini Pendet Pujastuti lebih dikenal dengan tari pendet yang sudah digubah oleh Bapak I Wayan Beratha.
Pembina Tari : Luh Norma Astuti
Pembina Tabuh : I Made Nuada, I Putu Sedana.S.Sn, I Made Suwendra.S.Sn
SINOPSIS
TARI GOPALA
Tari Gopala merupakan tarian yang bertemakan kerakyatan yang ditarikan sekelompok anak-anak atau remaja Putra, dimana tarian ini digarap oleh I Nyoman Suarsa sebagai penata tari dan I Ketut Gede Asnawa,MA sebagai penata tabuh, diambil dari penggalan cerita pragmentari : “STRI ASADHU†Karya Ibu Ketut Arini,S.St. Tarian ini diciptakan pada tahun 1983. Dalam tarian Gopala ini menceritakan aktivitas yang dilakukan oleh para pengembala di ladang pertanian/sawah.
Semua aktivitas tadi dituangkan kedalam bentuk garapan tari misalnya: gerakan binatang sapi, memotong rumput, menghalau burung, membajak sawah, menuai padi dan gerak lain-lainnya yang berhubungan dengan aktivitas petani. Gerak tersebut di atas di olah menjadi pola garap yang berbau baru dengan nuansa estetika kekinian. Gerakan tari ini menjadi hidup apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semangat.
Pembina Tari : I Made Oka Sukayadnya.S.Sn
Pembina Tabuh : I Made Suwendra.S.Sn, I Wayan Sudana, I Made Sumantra.
TARI DOLANAN “KULANG-KALINGâ€
Kebersamaan anak-anak saat mereka bermain-main sering kali menimbulkan pertengkaran bahkan juga perkelahian. Adapun pertengkaran itu terjadi disebabkan karena masing-masing anak mempunyai karakter yang berbeda, diantaranya egois, sombong, angkuh dan jahil.
Pada garapan dolanan ini menggambarkan pendidikan Budi Pekerti yang baik kepada anak-anak melalui suatu aktifitas seperti kebiasaan budaya “ NGULAT TIPAT “ dan selalu waspada saat mereka bermain-main seperti misalnya situasi Kota Denpasar yang sangat ramai, bagi anak-anak yang suka bermain layang-layang agar selalu waspada dan hati-hati.
Demikian juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan mereka sehari-hari baik disekolah maupun di lingkungan banjar, garapan dolanan ini mempersembahkan permainan “ KULANG KALING “ Nah bagaimana kelanjutan permainan ini, mari kita saksikan Dolanan “ Kulang Kalingâ€
Pembina Tari : I Wayan Juana Adi Saputra.S.Sn, Ni Putu Arini,Spd
Penata Kerawitan : I Nyoman Purna S.Sn
Pembina Tabuh : I Made Nuada, I Made Sumantra.