Menu

Kunjungan Ke Situs sejarah Candi Singosari Malang 7 Juni 2010

  • Senin, 07 Juni 2010
  • 1607x Dilihat
Kunjungan Ke Situs sejarah Candi Singosari Malang 7 Juni 2010
Lokasi situs Letak Candi Singosari berada di Jl. Kertanegara, Ds. Candi Renggo, kec. Singosari, Kab. Malang. Lingkungan Sebenarnya situs ini merupakan areal percandian yang luas, namun sekarang yang masih dapat di selamatkan hanyalah candi induk Singosari saja. Sekitar Situs berbatasan langsung dengan jalan raya dan rumah-rumah penduduk. Sejarah & Renovasi Sebelum mangkatnya Raja Wisnuwardana, ia telah mengangkat putranya menjadi Raja muda, yaitu Sri Kertanegara. Baru tahun 1268M Kertanegara memegang penuh tampuk pemerintahan Kerajaan Singhasari. Raja Kertanegara yang gugur dalam serangan Jayakatwang dari Gelang-Gelang (Kediri) pd th 1292M, di candikan di C. Singhasari dengan tiga arca perwujudan, yg melambangkan trikaya, yaitu sebagai Siwa-Budha dalam bentuk Bhairawa yang melambangkan nirmanakaya , sebagai Ardhanari lambang Sambhogakaya, dan sebagai Jina dalam bentuk aksobya melambangkan dharmmakaya. Dan juga dicandikan di Jayawa atau candi Jawi sekarang. Candi Singosari di bangun pada masa kerajaan Majapahit, hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya Prasasti Singhasari, yang bertarikh tahun 1351 M, ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan sekarang disimpan di Museum Gajah. Prasasti ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman Nicolaus Engelhard adalah orang yang pertama kali membuat laporan tentang adanya reruntuhan bangunan candi di daerah dataran tandus Malang dlm tahun 1803 di daerah Singosari. Dia adalah seorang Belanda yang mulai menjabat sebagai Gubernur Pantai Timur Laut Jawa tahun 1801 dan berkedudukan di Pasuruan. Akhirnya pd tahun 1901 komisi Archaeologi Belanda mengadakan penyelidikan,. Th 1904 diadakan penyelidikan ulang dan penggalian. Th. 1934 departemen survey Archaeologi dari Hindia timur Belanda merestorasi bangunan C. Singosari hingga selesai th 1937. Tahun penyelesaian ini digoreskan pada batu kaki candi di sudut barat daya. Diskripsi Bangunan Situs Dalam kepercayaan umat Hindu, Candi merupakan replika dari G. Himalaya di India. Disana terdapat puncak tertinggi yang disebut Gaurisangkar yg dikelilingi empat puncak yang lebih rendah: - Daula Giri – Nanga Parbat – Nanda Devi – Koncanjanghu. G.Gaurisangkar dipercaya sebagai tempat bersemayam para Dewa yang disebut Meru, yang memiliki puncak disebut Kailasa. Sesuai Gaurisangkar maka Meru juga dikelilingi empat puncak yang lebih rendah yaitu: - Mandara – Gandhamana – Vipula – Suparsya G. Meru dg puncak Kailasa dan empat puncak lainnya merupakan pusat alam semesta dan tempat para Dewa. Begitu pula Candi dibangun secara vertikal mengacu pada konsep Meru tadi. Bila G.Meru itu punya puncak, lereng, dan kaki maka candipun begitu yaitu: • Kaki Candi (Upapitha) disebut BHURLOKA, gambaran dari alam manusia ini. • Badan Candi (Vimana) disebut BWAHLOKA, gambaran dunia antara • Puncak Candi (Cikara) disebut SWAHLOKA, gambaran alam sorga tempat tinggal para Dewa. Dengan demikian C. Singosari merupakan gambaran G. Meru. Struktur bangunannya tinggi dengan di kelilingi empat puncak lebih rendah. Sayang sekali c. Singosari telah kehilangan puncak-puncaknya karena telah runtuh. Candi ini dahulu tidaklah berdiri sendiri. Disebelah selatannya masih terdapat sebuah batur, yang mungkin dahulu terdapat bangunan-bangunan kecil. Dahulu juga ditemukan sekelompok bangunan beberapa ratus meter di sebelah barat daya Candi itu. Di perkiraklan dahulu di sana terdapat sekurang-kurangnya lima buah bangunan suci, atau lebih yang berlatarkan sebagian Hindu dan sebagian Budha. Dan beberapa ratus meter di sebelah barat Candi, terdapat sepasang arca Dwarapala yang ukurannya sekitar 3.70 m.

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH