Menu

Evaluasi Desa Pakraman Tembau Denpasar oleh Tim Kota Denpasar

  • Kamis, 11 November 2010
  • 536x Dilihat
Evaluasi Desa Pakraman Tembau Denpasar oleh Tim Kota Denpasar
Dalam evaluasi Desa Pakraman Tembau, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu 10 November 2010, Pukul 15.00 Wita sebagai Duta Kota Denpasar dinilai oleh Tim dari Kota Denpasar. Salah satu kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk mempertahankan keberadaan desa pakraman dengan melaksanakan lomba desa pakraman yang dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat mengadakan evaluasi desa pakraman Tembawu, Kecamatan Denpasar Timur, di wantilan Desa Tembau. Sebelum dimulai dilaksanakan evaluasi desa pakraman Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Drs I Made Mudra,M.Si dan Camat Denpasar Timur IB Alit meninjau pameran dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Tembawu. Desa pakraman yang merupakan lembaga tradisional yang memiliki ciri-ciri khusus seperti memiliki awig-awig merupakan salah satu bentuk budaya Bali yang harus dipertahankan. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya mempertahankan keberadaan desa pakraman yang merupakan benteng pelestarian budaya Bali. Penilaian didasarkan atas kelengkapan dan kesempurnaan penerapan Falsafah Tri Hita Karana dalam Desa Pakraman yang meliputi unsur parahyangan, pawongan dan palemahan. Sementara Camat Denpasar Timur, IB Alit saat menyambut kedatangan tim penilai mengatakan desa pakraman merupakan ujung tombak mempertahankan budaya Bali. Untuk itu lomba desa pakraman sangat bagus untuk mempertahankan keberadaan desa pakraman dengan berdasarkan Tri Hita Karana. Dalam kesempatan tersebut IB Alit mengharapkan kepada tim penilai untuk terus memberikan bimbingan pada masyarakat sehingga dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari sesui dengan adat dan budaya yang ada. Bendesa Adat Pakaraman Tambawu Made Medal ditemui disela-sela lomba mengaku sangat senang diadakannya evaluasi desa pakraman oleh Pemerintah Kota Denpasar. “Evaluasi desa pakraman ini sangat bagus, untuk mempertahankan keberadaan desa pakraman,” ujar Medal. Kedepannya Medal mengharapkan lomba desa pakraman jangan berhenti sampai disini saja, agar program ini dilaksanakan secara berkelanjutan. Karena perkembangan jaman yang semakin maju mambawa berbagai perubahan termasuk sikap dan tata cara di kalangan anak muda yang merupakan generasi penerus. “Kita harapkan evaluasi desa pakraman dapat memberikan bimbingan pada generasi muda dan meningkatkan pemahaman tentang desa pakraman,”. Evaluasi desa pakraman dilaksanakan untuk mempertahankan kebiasaan dan tata cara yang telah berjalan baik selama ini sesuai dengan Tri Hita Karana. Juara bukan tujuan utama dalam evaluasi desa pakraman yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar, melainkan bagaimana bisa mempertahankan persatuan dan kesatuan serta meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan adat, budaya dan agama. Kerena di jaman globalisasi seperti sekarang terjadi pergeseran-pergesaran paradigma yang tentunya akan dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat. Untuk itu , perubahan yang terjadi jangan sampai menghilangkan nilai-nilai budaya yang merupakan dasar kehidupan masyarakat Bali dan masyarakat tetap membangun desa pakraman dengan berdasarkan awig-awig atau aturan yang ada. Melalui lomba ini, desa pakraman yang ikut berlomba sebagai duta Kabupaten/Kota hendaknya mampu menunjukkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai setelah diberikan pembinaan, sehingga terlihat adanya peningkatan.

Artikel Lainnya

Pelatihan Melukis Gratis

KEGIATAN LIBURAN SEKOLAH