Menu

WORKSHOP LAYANGAN

  • Senin, 29 Juni 2015
  • 969x Dilihat
Walikota Bangga Kesadaran Masyarakat Akan Budaya Sangat Tinggi Denpasar, Pentingnya pelestarian budaya dalam memperkokoh dan memperkuat jati diri bangsa, amat disadari masyarakat Denpasar khususnya para generasi muda. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang ikut serta dalam program pelatihan gratis termasuk Workshop Pelatihan Pembuaatan Layangan Tradisional Bali yang digelar Pemkot melalui Dinas Kebudayaan Denpasar. Walikota IB Rai D. Mantra merasa sangat bangga dengan kenyataan ini, seraya berupaya hadir disetiap kegiatan. Seperti meninjau Workshop Layangan yang dimeriahkan pula dengan kegiatan lomba antar kelompok peserta. Turut mendampingi Kadis Kebudayaan Drs. Md. Mudra, Camat Densel A.A. Risnawan, Para Instruktur dan Pembina, Sabtu (27/6).        Sejak dibukanya keran pelatihan gratis oleh Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra, tak kurang dari ribuan peserta setiap tahunnya ikut larut dalam kegiatan ini. Dan sebagian besar para orang tua mengatakan, kegiatan mengisi libur sekolah yang digagas Walikota, amat bermanfaat dan amat posisitif dalam membentuk karakter anak. Disamping menjadi wahana dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Bali. “Saya bangga melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi terhadap program ini”, ujar Walikota Rai Mantra disela-sela peninjauan. Dikatakan pula, untuk membendung derasnya pengaruh globalisasi, kita harus punya program yang mampu membentuk karakter mereka. Bayangkan saja, selama satu bulan anak-anak libur kalau tidak ada kegiatan posisitif yang mampu mengarahkan mereka. Anak-anak cenderung akan memilih kegiatan yang berbau modern, praktis dan bergengsi. Seperti; bermain game tanpa waktu, hand phone yang hampir tak pernah lepas dari genggaman mulai bangun tidur hingga besok paginya dan lain-lain. Jika ini dibiarkan tentu akan dapat merusak maindset anak itu sendiri. Baik dalam pergaulan, pelajaran maupun dalam menata masa depan mereka, terang Rai Mantra. Kedepan, pihaknya akan terus berupaya menambah porsi program pelatihan gratis dengan berbagai permainan maupun jenis-jenis ketrampilan yang lain. Dengan melibatkan seluruh steak holder dan kemampuan yang ada, jelasnya. Menurut instruktur Guru Anom, materi yang diberikan tidak hanya cara atau tehnik membuat layangan. Seperti; bagaimana tehnik memilih bambu yang baik, cara membelah atau menyebit, mengukur, mengerot, merangkai hingga menjadi sebuah layangan yang laik terbang. Namun peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang sejarah dan filsafat permainan tradisional layangan lewat sarasehan dan hasil karyanya juga dilombakan. Sementara materi pembuatannya meliputi, layangan bebean, pecukan, janggan dan kreasi. Dari empat jenis tersebut, layangan jenis bebean dan pecukan oleh panitia dilombakan. Hasilnya sebagai berikut; untuk katagori Bebean berturut-turut juaranya; SD 10 Sanur, SD 6 Penatih, SMP PGRI 2 Denpasar, SD 6 Sanur, SD 3 Peguyangan dan SD 11 Peguyangan. Sedangkan untuk jenis Pecukan sbb, SD 4 Penatih, SD Dwijendra dan SD 8 Dauh Puri. (Sdn.Humbud.Dps.).   Â