Syukuran PKB Lampu Remang-Remang
Denpasar, Tak seperti biasanya, syukuran duta seni PKB Kota Denpasar kali ini dalam suasana remang-remang, padahal tahun lalu terang benderang. Kok lampunya remang-remang begini kayak di kafe, tegur Rai Mantra kepada pejabat Plt. Kadisbud Sujati, jumat (19/8) lalu di lobi halaman depan kantor Disbud Denpasar.
Setiap tahun Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan rutin menggelar syukuran atas keberhasilan para duta seninya yang berlaga di ajang PKB. Hal ini ditujukan untuk memberikan motivasi sekaligus ungkapan terimakasih pemerintah atas perjuangan dan jerih payah para dutanya dalam ajang PKB. Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) yang kini memasuki usia ke 38 yang digelar setiap tahun Pemerintah Propinsi Bali. Selalu menjadi ruang dan ajang kreatifitas bagi para seniman diseluruh Bali tak terkecuali bagi para seniman Denpasar. Selain selalu menampilkan garapan atau karya-karya terbaru, duta seni Denpasar juga selalu menghadirkan seniman-seniman muda berbakat. Hal ini berkat sistim pembinaan yang diterapkan Kota Denpasar begitu terstruktur dan berjenjang mulai dari tingkat banjar hingga Kecamatan. Tak dipungkiri jika setiap tahun ada saja seniman-seniman muka baru bermunculan. “Meregenrasi seniman jauh lebih penting ketimbang mencari juara”, demikian dikatakan Ketut Suandita,S.Sn salah seorang pembina sekaligus pencipta dan peñata tabuh Kota Denpasar. Menurutnya, tantangan kedepan adalah bagaimana upaya kita untuk melestarikan seni dan budaya yang kita miliki dengan meregenerasi seniman baik seni klasik maupun modern. Sebab tantangan yang paling nyata yang kita hadapi sekarang adalah kuatnya gempuran modernisasi. Modernisasi mampu merubah prilaku atau maindset seseorang menjadi malas, apreori, instan dan sebagainya jika kita tak cerdas mengantisipasinya. Modernisasi juga terbukti mampu menjauhkan orang dari akar budayanya atau apreriori terhadap budayanya sendiri. Bukti yang paling nyata dibeberapa daerah sekarang ini masih kesulitan meregenerasi para senimannya. Khususnya kesenian klasik seperti; arja, drama, topeng, bondres, wayang dan lain sebagainya. Bersyukur di Denpasar kegiatan berkesenian terus bisa berlangsung hal ini memudahkan bagi para pembina untuk melakukan regenerasi disamping terus berupaya menggali dan merevitalisasi kesenian-kesenian yang hampir punah, jelasnya. Sementara DR. Nym. Astita,MA dalam laporannya mengatakan, duta PKB Kota Denpasar untuk tahun ini masih menjadi yang terbaik. Dengan mengikutkan 25 cabang seni dari 24 cabang yang diwajibkan panitia. (Sdn.Humbud.Dps.)
29 Oktober 2025