Menu

Walikota Kehilangan Seniman Handalnya

  • Sabtu, 09 Mei 2015
  • 1177x Dilihat

I WAYAN RUNDU BERPULANG

Denpasar, Seniman Karawitan serba bisa I Wayan Rundu asal Br. Geladag Desa Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan, kemarin berpulang. Kepergian almarhum cukup mengagetkan banyak pihak termasuk Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra. Rencananya Minggu 10 Mei, jenasah akan diupacarai (diaben) dirumah duka Desa Pedungan Denpasar. Kamis (7/5).    

Alm. I Wayan Rundu pria kelahiran Denpasar 7 April 1949, meninggalkan seorang istri bernama Ni Ketut Sukani serta empat orang anak angkatnya. Menurut istri almarhum, kepergian I Wayan Rundu sebelumnya tak meninggalkan firasat apa-apa. Hanya akhir-akhir ini sering merasakan dadanya sesak, ujar Sukani. Menurut istrinya, Wayan Rundu merupakan sosok yang sangat sibuk mengingat dirinya banyak dipercaya menjadi pembina sekeha gong. Tidak hanya dilingkungan tempat tinggalnya, namun diseluruh Kecamatan di Kota Denpasar, Rundu sangat dipercaya. Bahkan tidak itu saja, Rundu juga membina sekeha gong wanita diluar wilayah Denpasar seperti; Mengwi, Darmasaba, Batan Nyuh, Kapal, Ungasan, Budakeling-Karangasem, Marga-Tabanan, Kusamba-Klungkung dan lain-lain. Selain piawai sebagai pembina maupun pencipta tabuh-tabuh karawitan, Rundu juga dikenal sebagai pembina sekeha angklung. Bahkan dirinya juga berhasil merubah struktur angklung dari klasik menjadi modern dengan mengubah struktur sesulingan. Sekeha Angklung yang pernah dibina almarhum diantaranya; Sekeha Angklung Br. Dukuh Sari Sesetan, Br. Batu Bidak-Kerobokan, Br. Getasan-Petang dan Br. Pegok-Sesetan. Yang menjadi kenangan paling mengesankan bagi dirinya adalah terkenalnya Sekeha Gong Geladag-Pedungan di era tahun 50 – 70an dengan tabuh/gending samara pegulingan hasil ciptaanya. Seperti; tabuh pisan “Langsing Tuban”, tabuh telu “Crukcuk Punyah, Gajah Nongklang”, tabuh pat “Sarwa Manis” serta tabuh kreasi “Utara Giri”. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih Rundu diantaranya; pengharagaan “Kerti Budaya” oleh Pemerintah Kota Denpasar, duta seni tingkat Nasional dan Internasional serta penghargaan “Dharma Kusuma” oleh Pemerintah Propinsi Bali yang rencanaya diserahkan bertepatan dengan PKB ke 37 tahun 2015. Selamat jalan senimanku, semoga apa yang kau wariskan bisa diteruskan oleh para generasimu. (Sdn.Humbud.Dps.).