Wujud Komitmen Pemkot Denpasar Membina Mental Generasi Muda
Nilai luhur dalam kumandang nyanyian suci harus terus dilestarikan dan dijadikan pedoman generasi muda agar segala tindak tanduk mereka berlandaskan ajaran Dharma. Kota Denpasar merupakan kota dimana masyarakatnya selalu bersentuhan dengan nilai budaya, namun disisi lain Kota Denpasar juga merupakan Melting Pot yang mau tak mau harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Agar generasi muda Kota Denpasar tetap memiliki pedoman moral ditengah masifnya arus modernitas, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara bersama dinas terkait berkomitmen untuk terus membina mental anak- anak muda melalui beragam kegiatan seni maupun budaya. Salah satunya ialah perhelatan rutin Utsawa Dharmagita (UDG) yang melibatkan penggiat seni/sastra di Kota Denpasar.
Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Kota Denpasar 2016 dipusatkan di Br. Kedaton, Kelurahan Sumerta, Denpasar berlangsung dari kamis (25/8) hingga jumat (26/8) dibuka secara langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Pada perhelatan yang sama tahun lalu Kecamatan Denpasar Utara berhasil menyabet predikat juara umum. Pelaksanaan Utsawa Dharmagita tingkat Kota Denpasar yang telah tujuh kali dilaksanakan terhitung sejak tahun 2010 ini tak lepas dari komitmen Pemkot Denpasar untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan kesusastraan Bali ditengah- ditengah generasi muda. Pada hakikatnya Utsawa Dharmagita bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan generasi muda mengenai sloka, palawakya, kakawin, macepat dan mekidung. Disamping itu juga melalui kegiatan ini Pemkot Denpasar mendorong generasi muda memahami isi dari materi- materi yang mereka pertandingkan untuk membentuk mental dan karakter yang berbudi dan siap menyesuaikan diri dengan arus globalisasi tanpa menghilangkan karakter kebudayaan asli mereka.
Ketua Panitia acara, Made Suwartha Wijaya yang juga merupakan Ketua Widyasabha Kota Denpasar, dijumpai usai acara mengatakan tahun ini pelaksanaan Utsawa Dharmagitha tingkat Kota Denpasar diikuti 46 peserta putra dan putri dari empat kecamatan di Kota Denpasar. Lomba Utsawa Dharmagita tingkat Kota Denpasar 2016 mempertandingkan cabang- cabang kesusastraan Bali diantaranya sloka, palawakya, kakawin, macepat dan mekidung. Utsawa Dharmagita merupakan bentuk sinergi Pemkot Denpasar dengan Widyasabha untuk mencari bibit – bibit dibidang kesusastraan Bali. “Salut kepada Bapak Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta jajarannya karena berkat supportnya sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik hingga tujuh kali pelaksanaan. Lomba Utsawa Dharmagita erat kaitannya dengan pelaksanaan upacara Panca Yadnya dimana merupakan salah satu wadah generasi muda melestarikan seni budaya adat istiadat warisan leluhur. Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra telah menginstruksikan agar kegiatan pembinaan sloka, palawakya, kakawin, macepat dan mekidung ini dijadikan muatan lokal wajib disekolah- sekolah mulai dari sd, smp hingga sma/smk, sehingga nilai nilai yang terkandung didalamnya mampu diserap dan membentuk mental dan karakter generasi muda. (esa/humasdps)
29 Oktober 2025