Menu

UDG Tingkat Propinsi, Denpasar Kembali Juara Umu

  • Rabu, 05 Oktober 2016
  • 849x Dilihat

Denpasar, Untuk kesekian kalinya, kontingen UDG (Utsaha Dharma Gita) Kota Denpasar berjaya diajang UDG Tingkat Propinsi Bali. Tim UDG Kota Denpasar yang didukung oleh 73 orang atlet dengan mengikuti 38 cabang yang dilombakan, kembali mampu mempertahankan predikatnya sebagai Juara Umum. Hal tersebut terungkap saat berakhirnya lomba UDG Tingkat Propinsi Kamis kemarin di Taman Budaya Art Centre Denpasar. Dimana kontingen UDG Kota Denpasar berhasil mengumpulkan medali 14 emas 8 perak dan 8 perunggu, disusul ditempat kedua Kabupaten Badung, Jumat (30/9).

Keperkasaan duta UDG Kota Denpasar memang sudah diprediksi sebelumnya, hal tersebut terlihat dihari pertama pelaksanaan UDG. Dimana atlet-atlet Denpasar yang tampak begitu bersemangat, selalu terlihat mendominasi. Apalagi untuk cabang-cabang tertentu seperti dharmawecana dan sloka, tahun ini Kabupaten lain banyak yang tak mengirim dutanya. Kenyataan ini tentu menjadi kesempatan, peluang dan keuntungan bagi kontingen lain untuk berupaya meraup pundi-pundi medali sebanyak-banyaknya tak terkecuali Kota Denpasar. Bagi Denpasar, semakin ketat persaingan semakin bagus yang penting bersaing yang sehat seperti diutarakan Md. Suarta Wijaya selaku Ketua kontingen. Menurutnya, apapun situasinya Denpasar sudah menyiapkan para atletnya jauh-jauh hari sebelumnya. Dan secara keseluruhan, “kami sudah siap tempur”, terangnya. Dalam ajang UDG kali ini, memang atlet Denpasar tampak lebih siap dibanding kontingen lainnya. Namun bukan berarti atlet lainnya tak berlepuang, justru ketika atlet yang diunggulkan lengah maka kesempatan bagi atlet lain untuk merebutnya. Seperti yang  terjadi di cabang Dharmawecana anak-anak, dimana emas lepas dari genggaman Denpasar. Hal ini mengingat atlet yang bersangkutan saat beraksi lupa materi yang dibawakan, namun bersyukur tak sampai mundur dari arena. Menurut Md. Suartawijaya, menjaga kondisi untuk selalu prima bagi seorang atlet tentu tak mudah,  banyak faktor yang bisa mempengaruhi. Seperti; waktu persiapan, kenyamanan, lingkungan, fisik dan mental disamping faktor non teknis. Sedangkan bagi seorang atlet tak ada alasan jika kalah mengakambing hitamkan semua faktor tersebut. Kalah dan menang dalam setiap perlombaan harus diterima dengan jiwa besar dan lapang dada. Ditanya tentang resep selalu juara, Suarta Wijaya menjawab “resepnya  persiapkan atlet sejak dini dengan sistim yang terukur, profesional dan berkesinambungan”, jelasnya. Suarta Wijaya juga menambahkan, untuk lebih memotivasi semangat para atletnya, tahun depan pihaknya berjanji akan memberikan bonus tambahan bagi para juara dan hal ini sudah disetujui Bapak Walikota IB Rai D. Mantra. (Sdn.Humbud.Dps.).