Menu

TIM PKB PROPINSI LAKUKAN SOSIALISASI

  • Kamis, 21 Januari 2016
  • 748x Dilihat

Tetuwek Garapan Mengacu Pada “Karang Awak”

Denpasar, Matangkan konsep PKB ke 38 yang tahun ini mengambil tema “Karang Awak”, sejumlah Tim Pembina Propinsi lakukan sosialisasi di Kota Denpasar. Dengan tema tersebut artinya tetuwek semua garapan harus mengacu pada “Karang Awak” (Mencintai Tanah Kelahiran). Demikian dikatakan Prof. Dibia selaku koordinator Tim didampingi Km Astita selaku pakar/konsultan saat memberikan sosialisasi, Kamis (21/1) di Aula Sabho Lango Santi Disbud Denpasar. Tim diterima langsung Kabid Seni Disbud Denpasar Kt. Suaryadala beserta para pejabat dan pembina lainnya.

Tim Sosialisasi Propinsi PKB ke 38 yang dikoordinir Prof. Dibia dihadapan para pembina PKB Denpasar mengatakan, tema “Karang Awak” bermakna (Mencintai Tanah Kelahiran). Artinya bagaimana kita membangkitkan kesadaran masyarakat Bali akan pentingnya pertiwi , tanah atau ibu pertiwi itu sendiri, jelasnya. Untuk itu kesadaran masyarakat Bali akan pentingnya memelihara ibu pertiwi sebagai wahana dalam memuliakan alam semesta harus terus digaungkan.

Sementara Prof. Suarka mengatakan “Karang Awak” merupakan istilah yang sudah melegenda lahir dari buah pikir seorang pendeta multi talenta Ida Pedanda Sidemen. “Karang Awak” menurut Prof. Merta memiliki makna yang sangat dalam sebagai cermin bagi manusia dalam merevitalisasi diri kearah yang lebih baik, terangnya. Dari sisi garapan, Komang Astita menekankan harus semuanya mengacu pada nilai-nilai yang terkandung dari tema itu sendiri dan bukan judulnya “Karang Awak”, tegasnya. Astita juga menghimbau agar masing-masing daerah dalam mengangkat garapan tetap juga mempertimbangkan dan mengangkat seni dan budaya yang berkembang di wilayahnya masing-masing. Sehingga dengan tema tersebut diharapkan akan menghasilkan kesenian yang memiliki; Nilai, Edukasi dan Metaksu. (Sdn.Humbud.Dps.).