Menu

TIM EVALUASI OGOH2 DENPASAR LAKUKAN SOSIALISASI

  • Kamis, 07 Januari 2016
  • 2561x Dilihat

Tetap Gunakan Bahan Ramah Lingkungan Tanpa Styrofoam

Denpasar, Untuk mematangkan persyaratan yang dipakai mengevaluasi ogoh-ogoh di Kota Denpasar dalam rangka pengerupukan. Ratusan peserta atau pemuda yang tergabung dalam Sekeha Teruna Banjar (STT) di Kota Denpasar, ikut dalam sosialisasi. Dalam sosialisasi tersebut semua peserta sepakat menggunakan ulat-ulatan sebagai rancang bangun dan bambu sebagai bahan dasar ogoh-ogoh tanpa styrofoam. Hadir pula dalam sosialisasi tersebut Ketua Sabha Upadesa W. Meganada, Farum Bendesa Butu Antara, Para Pakar, Tim Ahli dan lain-lain, Rabu (6/1) di Aula Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar.

 Sekretaris Disbud Denpasar Nyoman Sujati yang juga bertindak selaku mederator pada kesempatan tersebut mengajak seluruh peserta untuk serius mengikuti sosialisasi ini. Hal ini dikarenakan agar tak terjadi kekeliruan dalam menafsirkan butir-butir yang menjadi persyaratan penilaian ogoh-ogoh. Seperti diungkapkan Guru Anom Ranuara selaku pakar sekaligus Tim penilai. Bahwa semua persyaratan yang dipakai dalam penilaian sudah berdasarkan kajian dan memiliki sumber yang jelas. Salah satunya adalah buku tentang pedoman ogoh-ogoh yang dicetak tahun 2011 oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Ditambahkan pula bahwa dipilihnya bambu sebagai bahan dasar mengingat bambu merupakan bahan yang ramah lingkungan dan banyak bertebaran dimana-mana. Sehingga dengan dipakainya bambu tentu akan mengurangi jumlah pengeluaran disamping bambu juga mudah diulat. Terbukti dari peserta tahun kemarin ada beberapa yang sudah mampu membuat tapel dari bambu bahkan sangat bagus, ungkapnya. Sementara Pt. Marmar salah seorang pakar ogoh-ogoh dalam kesempatan tersebut lebih banyak mengulas  sisi rancang bangun. Bahkan Marmar sempat memperagakan bagimana cara mengulat bambu atau kertas dan sejenisnya agar bisa menjadi bentuk yang diinginkan. Sebelum berakhirnya acara, Nyoman Sujati juga menginformasikan kepada peserta bahwa pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 18 Januari s/d 19 Pebruari 2016 di Dinas Kebudayaan Denpasar. Dan penilaian di Empat Kecamatan akan dilaksanakan mulai tanggal 23 Pebruari s/d 26 Pebruari 2016 mulai pagi hingga selesai. (Sdn.Humbud.Dps.).