Bangun Jati Diri Lewat Kreatifitas Budaya
Denpasar, Upaya Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra memperkuat jati diri Denpasar dengan kreatifitas budaya lewat Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari terus digalakkan. Selain anggota Subak kegiatan ini juga melibatkan sekeha teruna-teruni dan siswa/siswi di Kota Denpasar digelar dalam rangka memperingati HUT Kota Denpasar ke 227. Dari hasil penilaian dewan juri akhirnya Teruna-Teruni Kecamatan Denpasar Timur berhasil memboyong semua katagori lomba yaitu juara I katagori Lelakut, dan Juara I katagori Pindekan dan Sunari. Demikian dikatakan Wy. Butu Antara salah seorang Tim Juri Lomba, Senin (1/3) lalu di Subak Kerdung Densel.
Lebih jauh Wy. Butu Antara yang didampingi Ketua Forum Pekaseh “Semaya Matika” Wayan Jelantik mengatakan, Seperti kota-kota besar di Indonesia, perkembangan Denpasar yang begitu pesat, disatusisi tentu menimbulkan berbagai dampak sosial. Seperti masalah kependudukan, keamanan, lalu-lintas, tataruang, lingkungan, pemukiman dan lain-lain. Namun dibalik perkembangan tersebut Denpasar bukanlah kota tanpa masa lalu. Para kawitan, raja-raja, para pendeta, dan seluruh komponen masyarakat Denpasar telah menanamkan dasar-dasar yang kuat bagi penduduk kota ini. Sejak dahulu di kota ini berkembang sistim budaya dan sistim sosial yang membangun watak warganya menjadi sangat terbuka dan tidak pernah menolak perbedaan dan siapapun yang datang. Dan seiring dengan perkembangannya kinipun diantara dinamika kota, masyarakat Denpasar masih tetap eksis memainkan irama seni dan budaya tradisionalnya yang menjadi jati diri Denpasar. Dibalik gerusan arus modernisasi yang begitu kuat, sangatlah strategis merumuskan jati diri Kota Denpasar yang dicanangkan sebagai “Kota Kreatif Berwawasan Budaya Unggulan”. Dengan jati diri seperti itu, Denpasar diharapkan mampu memberi landasan yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan seluruh aktifitas kota sekaligus sebagai benteng yang kuat dalam menghadapi era globalisasi. Dan pertumbuhan Kotapun tidak boleh terlepas dari akar budaya yang telah tertanam kokoh sejak dulu. Maka dari itu ruang dan kesempatan yang diberikan dalam membangun sumber daya yang kreatif dengan daya saing tinggi terus diupayakan. Seperti lomba lelakut, pindekan dan sunari melibatkan sekeha teruna-teruni dan siswa-siswi di Kota Denpasar. Adalah bertujuan untuk memperkuat jati diri dengan memperkenalkan kearifan lokal yang diwariskan nenek moyang dahulu sekaligus mengajak mereka untuk terlibat langsung dalam melestarikan budaya yang adi luhung ini. Sehingga segala problematika yang dihadapi Kota Denpasar tidak hanya menjadi tanggung jawab sekelompok orang melainkan tanggung jawab semua pihak khususnya para generasi muda, jelasnya. (Sdn.Humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025