Terima Penghargaan “Pengabdi Seni” Dari Gubernur Bali
Denpasar, Ketekunan seorang pelukis otodidak asal Puri Pemecutan Denpasar I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, berbuah manis. Atas jasa dan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Bali khususnya seni lukis. I Gusti Ngurah Gede Pemecutan oleh Pemerintah Propinsi Bali diberi penghargaan berupa “Pengabdi Seni” bersama delapan orang pengabdi seni Kabupaten lain di Bali. Penyerahan penghargaan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan PKB ke 37 oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (8/7) lalu di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar.
Kiprah pelukis I Gusti Ngurah Gede Pemecutan kelahiran 4 Juli 1935 memang tak diragukan lagi, sejak usia anak-anak beliau sudah merajut bakat seninya khususnya melukis. Bahkan gaya melukisnya boleh dibilang berbeda dengan seniman lainnya. Melukis menggunakan media jarinya sendiri yang dituangkan kedalam kanvas, menjadi ciri gaya lukisannya. Dan berkat gaya lukisannya tersebut banyak kalangan baik itu pejabat, pengusaha, seniman maupun kolektor berebut untuk ikut mengoleksi gaya lukisan I Gusti Ngurah Gede Pemecutan yang dikenal dengan lukisan sidik jari. Menurut Gusti Ngurah Gede Pemecutan, teknis melukis dengan sentuhan ujung jari. Diawali dengan memberikan efek warna dan gambar yang sangat indah diatas kanvas dengan jari sebagai media kuasnya. Menurutnya, sejarah mengenal lukisan diawali dari dirinya saat bekerja di perusahan Bali Tekstil dan Pt. Usindo. Dari sinilah sosok Gusti Ngurah Gede Pemecutan mengenal banyak seniman mulai dari seniman pahat, lukis, pengrajin dan kolektor. Dari sinilah bakat seninya makin terasah hingga pada tahun 1964, dirinya memberanikan diri untuk membentuk perhimpunan seniman lukis, pahat, tabuh dan tari yang bernama “Sanggar Kesenian Puri Pemecutan”. Dalam perjalanannya Gusti Ngurah Gede Pemecutan juga terlibat menjadi panitia Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai Ketua Seksi Kerajinan Tahun 1979-1983. Dan pada tahun 1994, Gusti Ngurah Gede Pemecutan mewujudkan impiannya untuk mendirikan museum pribadi yaitu “Museum Lukisan Sidik Jari”. Sebagai tempat menyimpan dan memelihara lukisan-lukisan karya pribadi yang beralamat di Jalan. Hayam Wuruk 175 Tanjung Bungkak Denpasar. Selain penghargaan Pengabdi Seni, berbagai penghargaan lain juga pernah diraihnya. Diantaranya; penghargaan “Kerti Budaya”, “Dharma Kusuma” dan “Pelopor Melukis dengan Tehnik Sidik Jari dan Kolektor Sidik Jari” terbanyak yaitu 1.507.725 dari Museum Record Dunia. (Sdn.Humbud.Dps.).
29 Oktober 2025