Menu

Seniman Denpasar Hadir Dipuncak Peringatan KAA ke 60 Bandung

  • Senin, 27 April 2015
  • 2201x Dilihat

Denpasar, Tampil impresif saat karnaval, seniman Denpasar pukau masyarakat Kota Kembang Bandung termasuk beberapa delegasi peserta konfrensi. Pada puncak peringatan Konfrensi Asia-Afrika (KAA) ke 60, Sabtu (25/4) kemarin di Kota Bandung-Jawa Barat. Peringatan yang dikemas dalam bentuk karnaval budaya “Asian African Carnival 2015” dibuka langsung Walikota Bandung M. Ridwan Kamil disaksikan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya serta dihadiri delegasi KAA, SKPD terkait dan Tokoh-tokoh masyarakat Kota Bandung.

Sebanyak 39 daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam karnaval budaya “Asian African Carnival 2015” pada puncak peringatan KAA ke 60. Termasuk beberapa diantaranya peserta luar negeri seperti; Tiongkok, Srilangka, Kamboja, Maroko, India, Jepang dan lain-lain. Pada event karnaval kali ini, seniman Denpasar menampilkan sebuah garapan kolosal mengangkat epos “Abad Kejayaan Kerajaan Astina Pura”. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting dimasa kejayaan Astina Pura baik dari kubu Pandawa maupun Kurawa plus tarian dengan musik pengiring baleganjur. Walaupun cuaca dingin menyelimuti Kota Bandung serta rintik-rintik  hujan, tak menyurutkan semangat para seniman Denpasar untuk mempertunjukkan kepiawaiannya menari dan menabuh. Masyarakat Kota Bandung tampak begitu antusias menyaksikan event yang digelar setiap tahun ini. Seperti terlihat kemarin, tampak masyarakat  Kota Bandung menjejali kawasan Jalan Asia Afrika Bandung sepanjang 3 kilometer.

Menurut Nyoman Suarsa didampingi Gung Putra selaku koordinator seniman mengatakan, seniman Denpasar yang ikut tampil pada karnaval kali ini berjumlah puluhan orang. Terdiri dari penabuh dan penari yang tergabung dalam wadah seniman “Wahana Gurnita Kota Denpasar”. Dikemas dalam bentuk parade, menampilkan tokoh-tokoh legendaris dari Abad Kejayaan Kerajaan Astina Pura seperti; Bisma, Pandu, Arjuna, Bima, Yudistira, Destarata, Sengkuni, dan lain-lain. “Kali ini kita ingin memperkenalkan lebih dekat tokoh legendaries “Kerajaan Astina Pura”, ucapnya.  Dimana semua penabuh dan penari mengenakan pakaian dan atribut dari tokoh-tokoh legendaris tersebut. Mengingat tokoh-tokoh dalam sejarah Astina Pura tersebut  masing-masing memiliki daya tarik, karakter dan penampilan yang berbeda, terangnya. Agar masyarakat Kota Bandung tahu, maka tak salah jika pihaknya menampilkan kemegahan busana dengan beragam asesoris yang melekat dibumbui dengan tetabuhan baleganjur dari berbagai perangkat gamelan. Seperti; kendang, rindik, suling, reong, cengceng dan lain-lain plus aksi penari yang atraktif. Melihat penampilan mereka, tak salah jika sepanjang jalur yang dilalui duta seni Denpasar mendapat aplaus tak henti-hentinya dari para penonton. Pelaksanaan karnaval yang dimulai sejak pukul satu siang kemarin berakhir pada pukul 6 sore.(Sdn.Humbud.Dps.).