Menu

Sekeha LANSIA Mebarung Dengan PAUD

  • Sabtu, 04 Juli 2015
  • 767x Dilihat

BUKTI KESERIUSAN RAI MANTRA DALAM MEMBINA SENIMANYA

Denpasar, “:Luar biasa”, demikian ungkapan yang pas dialamatkan kepada Pemkot Denpasar dibawah kepemimpinan pasangan Rai Mantra dan Jaya Negara dalam membina para senimannya. Disaat daerah lain merasa kesulitan mencetak seniman, justru sebaliknya Kota Denpasar kebanjiran seniman bahkan yang sudah ubanpun masih diberi ruang. Seperti tampak kemarin siang di stage Ratna Kanda Art Centre. Dua sekeha gong beda usia tampil mebarung bersama-sama yaitu Sekeha Gong Lansia Werda Shanti dengan Sekeha Gong Kebyar TK (PAUD) Br. Mertayasa Denpasar Utara yang keduanya merupakan duta Kota Denpasar, Sabtu (4/7).

Untuk kesekian kalinya Kota Denpasar kembali mampu menghadirkan dan menyandingkan dua sekeha gong beda usia. Yaitu Sekeha Gong TK (PAUD) Br. Mertayasa dengan Sekeha Gong Kebyar Lansia Werda Shanti Kenyataan ini tentu menjadi angin segar seluruh lapisan masyarakat Bali khususnya para pencinta seni. Bahwa Kota Denpasar mampu membuktikan dirinya berhasil dalam membangun sistim pembinaan yang tepat dalam menjaring para seniman mudanya maupun perhatian terhadap yang sudah tua. Hal ini penting dilakukan, terutama sebagai upaya untuk  menjaga, menggali, melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Bali. Betapa tidak, daerah lain sementara ini merasa kesulitan untuk menampilkan seniman-seniman baru diajang PKB. Sementara Denpasar begitu mudahnya menampilkan seniman-seniman mudanya disetiap ajang PKB. Bahkan yang sudah usurpun tak lepas dari perhatian Rai Mantra, masih diberi kesempatan untuk ikut tampil. Apalagi kedua sekeha kemarin, mampu tampil menghibur serta menyajikan garapannya dengan begitu apik. Tampil disesi pertama yaitu Sekeha Gong TK (PAUD) Br. Mertayasa Denut dengan tabuh kreasinya berjudul “Gudip”. Serta dua materi lainnya yaitu Tari Kreasi “Rare Kelangon” dan Tari Dolanan “Mececimpedan”. Dalam penampilannya semua materi mampu dibawakan dengan baik penuh canda dan tawa namun tetap memberi makna. Seperti diungkapkan pelatihnya Komang Ardana, bahwa dalam memberikan materi dirinya tak terlalu memaksakan artinya disesuaikan dengan usia. Sehingga tak membosankan atau bahkan tidak mebuat anak-anak stress karena materi yang terlalu susah, terangnya. Dirinya bersyukur bahwa selama hampir lima bulan waktu yang diberikan, ternyata anak-anak mampu menyerap dengan baik. Berbeda dengan sekeha Gong Lansia kemarin tampil begitu halus dan penuh perasaan. Dengan sekeha yang rata-rata sudah berusia lanjut, mereka tak lagi menampilkan kegarangannya seperti diusia muda dulu. Namun lebih mengutamakan kepada keharmonisan dan kehalusan nada-nada yang dilantunkan. Seperti tabuh kreasi pembuka yang terdengar begitu halus dan utuh. Demikian pula dengan para penarinya saat membawakan garapan kisah “Raja Pala”, walaupun wajah terlihat keriput. Namun mereka tetap mengumbar senyum seakan taksu itu masih melekat dalam dirinya. Penampilan kedua sekeha ini kemarin mendapat apresiasi luar biasa penonton Ratna Kanda termasuk Wawali IGN Jaya Negara dan Sekda Rai Iswara serta SKPD terkait. (Sdn.Humbud.Dps.).