Sekaa Gong Kebyar Wanita TAKSU SUARA siap tampil di Panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya
Sekaa Gong Wanita Taksu Suara nanti malam akan beradu kebolehan di Panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya, Pukul 20.00-23.00 wita, dengan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Gianyar.
Sekaa Gong Wanita Taksu Suara Br Pengukuh Desa Peguyangan kangin dibentuk pada tanggal 11 Juni 2004, atas dasar Hoby, Kesenangan dari masing-masing individu yang terkumpul dalam satu kesatuan PKK Br tersebut. Mereka bergabung demi memupuk rasa kebersamaan, rasa persatuan dan kesatuan melalui Gerakan Seni Budaya dan hidup berbudaya dalam suatu wadah Sekaa Gong Kebyar, sehingga menjadikan Br Pengukuh sebagai Wahana pemersatu dikalangan Ibu-ibu PKK dengan Warga Banjar.
Terbentuknya sekaa ini harapannya akan menjadi cikal bakal pembinaa generasi muda dan berdampak positif bagi gerakan pembinaan sumber daya manusia dalam bidang budaya, khususnya Kesenian.
Kata Taksu Suara merupakan dasar pijakan dalam melakukan semua aktifitas-aktifitas banjar dan kata Taksu suara ini telah di Canangkan oleh Krama Banjar Pengukuh pada tahun 1988
Adapun Pembina yang membina Sekaa Gong Kebyar ini adalah
1. I Made Nurija
2. I Made Nuada
3. I Wayan Sudana
4. I Gede Panca Gangga
5. I Wayan Agus Dody Aryawan
6. Luh Gede Norma Astuti
7. I Made Oka Sukayadnya
8. Ni Wayan Eka Astitni
Serta dibantu oleh beberapa orang sekaa Gong Pria yang ada dilingkungan Sekaa Gong Taksu Suara
TABUH TELU LELAMBATAN KREASI SEKAR GADUNG
Adalah sebuah konsep transpormasi dari tabuh telu lelambatan klasik ke lelambatan kreasi. Dalam prosesnya, Penggarap mencoba mengakomodasi ide dan unsur-unsur musik yang ada, yang dituangkan dalam barungan gong kebyar, tanpa meninggalkan substansi pokok atau uger-uger dari tabuh telu tersebut. Sehingga munculah pola-pola baru kekinian yang terbingkai dalam tabuh telu lelambatan kreasi " Sekar Gadung".
Karya Bersama : I Cede Panca Gangga
I MadeNurija
I Wayan Sudana
I Made Nuada
I Wayan Agus Dody Aryawan
TARI PENDET
Perkembangan Tari Pendet sekarang ini begitu diminati masyarakat Bali hingga masyarakat belahan Dunia. Tari ini merupakan pengembangan dari Tari Memendet di pura pada saat upacara sebagai tanda sujud padaNya. Atas dasar memendet itulah tercetus ide dari seniman Br Lebah Denpasar Timur yaitu Alm, Bapak I Wayan Rindi pada Tahun 1950-an, untuk menciptakan tari penyambutan yang di tujukan kepada para Wisatawan yang datang ke Bali, sebagai ucapan selamat datang. Tari tersebut dinamakan tari Pendet Pujastuti
Simbul-simbul gerak tari pendet memberikan kesan selamat datang, cakupan tangan dan taburan bunga penghantar ketulusan hati dan terima kasih kepada para undangan.
Selaras dengan perkembangannya sekarang ini Pendet Pujastuti lebih dikenal dengan tari Pendet yang sudah digubah ole Bapak I Wayan Beratha.
Pembina : Luh gede Norma Astuti
I Made Nuada
I Wayan Sudana
TABUH KREASI SEKAR KEMUDA
Sekar Kemuda : Bunga yang akan berkembang.
Sebuah konsep tabuh kreasi yang terinspirasi dari kiasan perjalanan karir seorang seniman Karawitan Bali. Adapun seniman tersebut adalah I Ketut Gede Asnawa MA. Ibarat pucuk yang akan berkembang, selalu ingin menebarkan pesona dan keharuman yang memikat. Tabuh kreasi ini diciptakan pada tahun 80-an dan tetap menggunakan konsep penggarapan kesenian Bali dengan mengkombinasikan unsur-unsur musik tradisi yang ada.
Terciptanya kreasi ini merupakan titik awal dari karir Ketut gede Asnawa untuk menciptakan kreasi-kreasi selanjutnya dalam suatu garapan yang bernuansa gamelan Bali. Sehingga Beliau saat ini sangat dikagumi dan dihormati oleh masyarakat pencinta seni dalam penggarapan karya seni Karawitan Bali.
Karya : I Ketut Gede Asnawa, MA
TARI SEKAR IBING
Kehidupan remaja adalah merupakan keunikan yang tiada habisnya untuk diutarakan, inspirasi tatanan pergaulan ketika usia remaja menjadikan sebuah ide dari penggarapan dalam karyanya. Ketika pementasan kesenian sosial dalam bentuk joged bumbung dimana terjadi interaksi antara penari dan penonton, menjadikan sebuah bentuk yang menarik sehingga penggarap mencoba untuk membuat sebuah bentuk tari ibing-ibingan. Tatanan gerak yang diarasemen dengan tabuh yang sederhana mempunyai daya tarik yang mudah dicerna bagi para penikmatnya sehingga melekat dan mudah untuk diingat, dan tarian ini diberi nama Sekar thing.
Karya : I Nyoman Suarsa
I Ketut Gede Asnawa. MA