BALI DIWAKILI PURI AGUNG DENPASAR
Kendari, Sebanyak 143 Keraton diseluruh Wilayah Nusantara dan beberapa negara Asean ikut memeriahkan “Festival Keraton Se-Nusantara (FKN) III dan Masyarakat Adat Asean 2015” yang berlangsung di Kendari Sulawesi Tenggara 12-15 Nopember 2015. “Keraton sebagai sumber kebudayaan yang merupakan pencerminan identitas budaya Bangsa serta menjadi aset Nasional, harus dilestarikan”. Demikian dikatakan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam saat membuka Festival Keraton, Kamis (12/11) di Areal Lapangan Benu Benoa Sultra. Turut mendampingi Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Se-Nusantara (FKSN) Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan,SH. Pada Festival Keraton kali ini, Bali diwakili oleh Puri Agung Denpasar ( A.A. Ngr. Wira Bima Wikrama) serta didampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan Denpasar Nyoman Sujati dan Camat Denpasar Utara I Nym. Lodra.
Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan mengatakan, peserta FKN III dan Masyarakat Adat ASEAN 2015” kali ini sebanyak 143 Keraton dengan 87 Raja. Diantaranya; Bali yang diwakili oleh Puri Agung Denpasar, Kesultanan Bulungan, Bima, Gowa, Padjadjaran Jabar, Luwuk, Pakualam Yogyakarta, Sumatra Barat, Lombok, Kalimantan dan lain-lain. Dengan menggagendakan beberapa kegiatan seperti; kirab agung/gelar budaya, pameran benda pusaka, pagelaran kesenian, pagelaran busana keraton, pagelaran adat upacara keraton dan seminar/pertemuan raja-raja. Yang menarik dari festival kali ini adalah hadirnya sejumlah benda pusaka milik kerajaan seperti; aneka senjata perang seperti keris, pedang, tombak dan lain-lain termasuk busana atau pakaian kebesaran para raja. Sementara pada malam harinya masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mempilkan berbagai jenis kesenian yang dimiliki. Dan ditutup oleh kesenian pamungkas dari para seniman Bali khususnya Denpasar lewat garapan fragmen tari berjudul “Satria Wira Puja”. Yang diharapkan menjadi magnet dari event tahunan ini, ungkap Ida Tjokorda penuh semangat. Ida Tjokorda juga mengatakan, festival yang digelar setiap 2 (dua) tahun sekali ini, merupakan ajang silaturahmi sekaligus silang budaya yang bertujuan melestarikan nilai-nilai dan keberagaman budaya Nusantara serta ajang merajut kebinekaan.”Bersilaturahmi dan mengenal budaya masing-masing”, ujarnya. Sehingga pada giliranya, memahami budaya akan berpengaruh pada ketahanan Bangsa. Disamping FKN merupakan aset kebudayaan yang menjadi identitas budaya Bangsa. Oleh karenanya, FKN diselenggarakan adalah sebagai upaya untuk melestarikan warisan seni budaya keraton yang ada di seluruh Wilayah Nusantara. Dengan cara memperkenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur, melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala melalui pameran benda-benda pusaka guna meningkatkan apresiasi dan kesadaran serta rasa cinta terhadap budaya Bangsa. Sekaligus sebagai upaya untuk menciptakan persatuan dan kesatuan Bangsa serta perdamaian dunia. (Sdn.Humbud.Dps.).
29 Oktober 2025