PROFIL SEKAA GONG ANAK-ANAK TAMPAK SWARA KENCANA DUTA KOTA DENPASAR PKB XXXI TAHUN 2009
Untuk melestarikan budaya nan Agung yang telah diwariskan oleh para leluhur dan memanfaatkan sarana prasarana yang telah ada, sekaligus menampung kreativitas seni generasi muda khusuhnya Anak-anak dalam seni tabuh, maka dibentuklah Sekaa tabuh Anak-anak†Tampak Swara Kencana†Br Tampak ganggsul, Desa Dangin Puri Kauh Kecamatan Denpasar Utara. Dengan dibentuknya Sekaa tabuh pada bulan Desember 2005 akan mempererat hubungan anak-anak dilingkungan banjar serta miminalisai pengaruh negatif.
Melalui sekaa tabuh anak-anak, nantinya akan memberikan pengaruh positif dan berkelanjutan dalam membina generasi muda khususnya dalam bidang seni dan budaya.
Sebagai duta Kota Denpasar untuk mengikuti PKB ke-31 dengan menampilkan :
- â€TARI SEKAR JEMPIRINGâ€
Jempiring adalah sebuah tanaman Maskot Kota Denpasar yang memiliki bunga putih dengan bau khas tersendiri, dan banyak kita jumpai di sudut-sudut Kota hingga menghiasi taman Kota Denpasar.Terinspirasi dari tanaman Jempiring seorang Bintang Puspayoga ingin membuat tari penyambutan khas Kota Denpasar, Ide ini mendapat sambutan dari seniman Kota Denpasar dengan harapan tarian ini dapat dipergunakan sebagai tari Penyambutan
Dengan memaknai keagungan, keharuman dan kesucian bunga Jempiring, Penggarap menginterpretasikan dalam bentuk tari penyambutan yang dikemas dari pola gerak tradisi, dikembangkan menjadibentuk baru,dikombinasikan dengan musik gamelan gong kebyar yang inovatif berbau kekinian, tanpa meninggalkan substandi pokok yang ada, maka lahirlah tarian dengan judul “Sekar Jempiringâ€.
Pengagas Ide : Ibu Bintang Puspayoga
Penata Tabuh : I ketut Suandita
Penata Tari : Ida Ayu Arya Satyani, SSn
Pembina Tabuh : I Made Nuada
I Wayan Sudana
Pembina Tari : Dra. I Gst.A.Susilawati.
Ni Wayan Eka Astini.
Koordinator : I Nyoman Purna, SSn
- GABUH KREASI “GANGSULâ€
Kata Gangsul Memliki makna yangt amat mendalam sebagai sebuah perbedaan. Dimana kata gangsul itu sendiri mengandung arti tinggi rendah sehingga, menjadilah sebuah perbedaan yang patut kita maknai bersama dalam menyikapi berbedaan yang sering terjadi dewasa ini. Terindpiresi dari kata gangsul ini piñata mencoba mengkomonikasikan perbedaan tersebut untuk dituangkan kedalam melodi yang ada pada barungan gong kebyar. Dengan harapan nantinya kita dapat mengapresiasikan sebuah perbedaan sebagai suatu yang indah. Panorama indah kelihatan ole adanya perbedaannada. Karena itu perbedaan adalah anudrah yang patut kita syukuri bersama dalam menuju kehidupan yang lebih Shanti. Dengan penata kreasi I Nyoman Purna,S.Sn, I Made Suwendra,S.Sn dan I Putu Sedana,S.Sn. M.Si
- Tari Kidang Kencana
Sebuah konsep tari kreasi yang mengisahkan Sekelompok kidang sedang bercengkrama dengan kawan-kawannya di hutan blantara( Alas) yang sangat indah. Selang berapalama ada kesalahpawaman diantara mereka salah satunya bertingkah . Teman yang lain sepakat untuk mencelakainya. Setelah itu kerukunan bertambah erat dan bersama kembali dengan Penata Tari I Gst. A. Ngr. Supartha,SST, Penata Tabuh Wayan Beratha dan Penata Gerong I Gst. B. Arsaja,SST