Menu

PROFIL ANGKLUNG KEBYAR DUTA KOTA DENPASAR PKB XXXI TAHUN 2009

  • Selasa, 09 Juni 2009
  • 1551x Dilihat
PROFIL ANGKLUNG KEBYAR DUTA KOTA DENPASAR PKB XXXI TAHUN 2009 Sinopsis Profil Tari Kreasi angklung Kebyar MANUSA PADA Dalam menghasapi krisis ekonomi gobal sekarang ini, masyarakat sudah mulai merasakan betapa semakin susahnya menopang ekonomi kehipuan. Terutama mereka yang ekonominya lemah, kadang-kala ada penyesalan kenapa dilahirakan menjadi manusia. Mengingat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling utama. Pada intinya, dihadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa Kita adalah sama.Tak semestinya berkecil hati, hendaknyalah selalu mulat sarira, agar dapat memahami segala yang ada di alam semesta ini hanyalah bersifat maya. Secara natural fenomena diatas berjaran terus menerus, dan penggarap mengkemasnya kedalam pola-pola gerak kreatif, enerjik,dinamik dan berbau kekinian, serta memakai topeng dengan setting komposisi yang tepat dan akurat sesuai kebutuhan. Pola-pola gerak diatas diiringi dengan nuansa musik angklung keklentangan berbau kekebyaran, tanpa meninggalkan substansi pokok yang ada. Hingga lahirlah sebuah tari tema kerakyatan dengan judul ”Manusa Pada” Penata Tabuh: I Nyoman Sutrisna,S.Sn Penata Tari: I Wayan Juana Adi Saputra,S.Sn Sinopsis Tabuh Klasik Kekletangan GELILING Geliling sama artinya dengan Ngeliling atau Berputar. Makna berputar atau Ngeliling kalau kita tinjau lebih seksama adalah kemungkinan ada yang diatas dan dibawah atau juga disebut Cakra menggeliling (berputar). Kata menggeliling inilah yang patut kita cermati dan dihayati dalam melaksanakan roda kehidupan bermasyarakat di jaman glabalisaasi ini. Jangan putus asa, karena kita hidup sudah dibekali perasaan Suka, Duka, Lara dan Pati. Hal diatas inilah yang memaknai penggarapan suatu karya musik yang dituangkan dalam instrument gamelan anklung keklentangan, Dengan menggunakan pola tehnik klasik dan tradisi sesuai dengan ciri khas dari barungan gamelan tersebut diatas. Pembina Tabuh : I Wayan Bagiada,S.Sn, I Made Semarajaya,S.Sn dan I Wayan Joni Suparma,S.Sn TARI KEBYAR DUDUK Tari kebyar duduk ini terinspirasi dan lahir dari sebuah atraksi yang dilakoni oleh seorang seniman asal kabupaten Tabanan yang bernama Almarhum I Ketut Mario. Ketika ditahun 1925-an, Beliau mendengar sebuah gending yang sangat atraktif dan Beliau diminta untuk “ngibing” dengan banyak mempergunakan posisi duduk, karena gending yang disajikan sangat cepat dan atraktif. Menghilhami kilas balik tersebut maka, lahirlah sebuah tari Kebyar Duduk yang kita kenal saat ini, yang dibawakan oleh seorang anak laki-laki dengan kehindahan memainkan kancut, kipas serta memperlihat expresi yang sangat kuat. Pembina Tabuh : I Made Semarajaya,S.Sn dan I Putu Suarjana,S.Sn Tabuh kreasi KUMARA LALITA Konsep komposisi musik angklung keklentangan yang terinspirasi dari fenomena keseharian Bapak/Ibu ( Orang Tua ) yang sedang mengasuh anaknya dalam keadaan sehat serta mengantisipasi rasa keingintahuan dari seorang anak. Seorang anak yang sedang kuma lipan akan selalu bergerak. Disinilah peran orang tua mengantisipasinya agar anak si anak tidak rewel., dengan melantunkan lagu-lagu cecantungan. Fenomena diatas memaknai penggarap untuk menginterpretasikannya kedalam unsur-unsuk musik angklung keklentangan, menjadi sebuah komposisi karawitan yang kreatif dan inovatif berbau kekebyaran kekinian, tanpa meninggalkan substansi pokok karawitan tradisi. Hingga lahirlah komposisi tabuh Kreasi dengan judul Kumara Lalita . Olah kreativitas diatas mengandung pesan kepada semua orang tua,agar lebih memperhatikan tikah laku si-anak, demi munculnya generasi muda yang handal dan mempunyai SDM yang tinggi. Peneta tabuh : I Wayan Bagida, S.Sn dan : I Wayan Joni Suparma, S.Sn Perfilman (dar)