Denpasar, Event Mahalango Santi yang digeber Gubernur sejak Agustus lalu, tak saja didominasi oleh kesenian-kesenian yang bersifat sakral. Namun kelompok musik modern dan tradisipun mendapat ruang yang sama untuk tampil di event tahunan ini. Seperti kelompok musik modern “Capsul Band” yang tampil bersamaan dengan Sanggar Seni “Catur Muka Swara ” Kota Denpasar yang mengusung musik tradisi yakni Pop Daerah Bali, Sabtu (20/8) lalu di stage depan Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar. Penampilan kemarin diawali oleh kelompok Sanggar Seni “Catur Muka Swara” (CMS) Kota Denpasar yang menampilkan 5 buah lagu barnafaskan tembang-tembang Pop Bali. Seperti; Ngelawang, Masikian, Jempiring Putih, Juarine Kanggo dan Denpasar Kota Budaya. Dimana pada ajang PKB 5 tahun lalu, tembang-tembang ini pernah Berjaya dan menjadi andalan duta Kota Denpasar. Ketua sekaligus Koordinator Sanggar Seni “Catur Muka Swara” Denpasar Komang Astita mengatakan, kehadirannya di event Mahalango adalah dalam rang ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke 71 dan HUT Pemda Bali ke 58. Sekaligus sebagai ajang regenerasi dan refresing bagi kelompok yang dipimpinnya mengingat kelompok ini lama fakum dari kegiatan, terangnya. Oleh karenanya ajang Mahalango kami gunakan untuk menggelorakan kembali semangat “Catur Muka swara” dalam kiprah blantika musik Pop daerah. Mengingat kami juga bagian dari komunitas pencinta seni musik tradisional di Kota Denpasar. Ditambahkan Astita, bahwa Sanggar Seni “Catur Muka Swara” (CMS) yang tampil malam kemarin, didukung seniman berbagai usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa yang pernah mengabdikan dirinya diajang Pesta Kesenian Bali (PKB) dan kini bergabung menjadi satu di Sanggar Seni “Catur Muka Swara”. Beberapa nama-nama vokalis yang ikiut mendukung diantaranya; Deva, Ferdin, Mahalini, Meiska, Dena, Angeling, Cening, Bhanu, Prajaiswara dll. Sementara yang mengiringi, namanya sudah tak asing lagi diblantika musik Pop daerah seperti; Dewa Sujana, Kadek Sukana, Widi, Nonil plus didukung para pemain gamelan seperti; Adit, Ryan, Gus Agung, Megik dan Suastama. (Sdn.Humbud.Dps.).
29 Oktober 2025