Menu

POP Daerah Duta Denpasar Tampil Mengesankan

  • Rabu, 08 Juli 2015
  • 1059x Dilihat

Denpasar, Penampilan Pop Daerah Duta Denpasar, kemarin tampil mengesankan di Panggung Terbuka Arda Candra Art Centre Denpasar. Hadir dengan nuansa etnik dipadu sentuhan modern serta kecerdikan dalam menata dan mengkomposisikan irama nada. Menjadikan lima buah lagu yang dibawakan begitu indah terdengar. Tak salah jika ribuan penonton yang memadati Panggung Terbuka Art Centre berdecak kagum atas penampilan duta Denpasar ini. Termasuk Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra bersama Nyonya Selly D. Mantra dan jajaran SKPD yang selalu mendampingi, terlihat begitu menikmati suguhan dutanya, Senin (6/7).

Tampil dikesempatan pertama, duta Denpasar yang diwakili Ari Palawara Music Company dibawah koordinator Wy. Ari Wijaya, langsung menggebrak dengan lagu andalan pertama berjudul “Ambu Putih” karya cipta Gede Eka Putra. Lagu ini menceritakan tentang keinginan seorang anak membahagiakan orang tuanya. Kemudian muncullah berbagai khayalan yang melambungkan hasrat dan keinginannya tersebut melayang-layang hingga ke langit ambu putih. Lagu ini diracik begitu indah oleh Wayan Ari Wijaya, memadukan nada-nada pentatonik dan diatonik begitu harmonis tanpa ada yang mendominasi. Ibaratnya nuansa jazz etnik dipoles sedikit pop, nada-nada yang muncul kepermukaan begitu indah. Demikian pula dengan lima buah lagu berikutnya seperti; lagu “Made Cenik”, “Kaden Saje”, “Om Santih” dan “Jempiring Putih” (maskot Denpasar). Keharmonisan ritme, kreatifitas dan komposisi lagu, suara dan fisualisasi serta penjiwaan penyanyi yang kuat plus sedikit sentuhan koreo selaras dengan warna busana. Membuat penonton yang memenuhi Panggung Terbuka Art Centre jadi kagum dan terkesima.

Hal senada juga disampaikan Komang Darmayuda salah seorang pengamat musik yang hadir pada malam pementasan. Mengatakan, “melihat penampilan mereka yang nyaris sempurna saya berharap Denpasar menjadi barometer musik Pop Daerah di Bali, ujarnya. Diera globalisasi yang sarat dengan kemajuan tehnologinya lagu Pop Bali yang semula jelas jati diri dan identitasnya. Kini cenderung mengarah  pada trend-trend musik tertentu dengan penggunaan bahasa Bali yang cukup bebas. Hal ini terjadi karena konsep globalisasi memberi ruang dan peluang yang cukup besar akan terjadinya akulturasi budaya. Sehingga tanpa disadari jati diri dan identitas yang sudah melekat hilang begitu saja karena lebih mengutamakan komersialisasi, taerangnya. Namun Denpasar kali ini mampu mempertahankan jati dirinya dengan garapan musik yang begitu kuat pakem Balinya. Walaupun ada sedikit sentuhan modernnya namun mampu mengkolaborasikannya dengan baik. Dengan rasa optimisme yang tinggi, saya yakin perkembangan lagu pop daerah Bali akan mampu menjadi tuan dirumahnya sendiri, imbuhnya. (Sdn.Humbud.Dps.).