Menu

PERLU SINERGITAS dan KOMITMEN

  • Kamis, 23 Juli 2015
  • 805x Dilihat

Dalam Menjaga dan Melestarikan Subak Di Kota Denpasar

Denpasar, “Agar Subak tetap lestari, perlu sinergitas dan komitmen semua pihak untuk  menjaga dan melestarikan keberadaan Subak di Kota Denpasar”. Demikian dikatakan Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Drs. Md. Mudra,M.Si dihadapan krama Subak saat melakukan Pembinaan Penataan Kelembagaan dan Evaluasi Subak di Subak Sanur Desa Sanur Kaja Densel. Pembinaan dan Evaluasi ditandai dengan penyerahan buku awig-awig Subak oleh  Kelian Subak kepada Kadis Kebudayaan dan ketua Tim Pembina. Hadir pula para Prajuru Desa, Camat, Kades/Lurah, Bendesa dan SKPD terkait, Rabu (22/7) kemarin. 

Lebih jauh Mudra mengatakan, sebagai salah satu lembaga tradisional di Bali, yang memiliki tugas mengatur sistim pengairan di sawah, keberadaan Subak di Denpasar harus dijaga dan dilestarikan. Apalagi Subak oleh badan UNESCO sudah masuk dalam salah satu warisan dunia. Maka wajib hukumnya bagi setiap pemegang kebijakan dalam hal ini pemerintah maupun masyarakat umumnya untuk selalu berupaya menjaga dan melindungi sekaligus melestarikan Subak di Bali khususnya Denpasar. Oleh karenya Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan lewat berbagai program pro rakyatnya terus berupaya memberikan perhatian. Salah satunya melalui program Pembinaan, Penataan Kelembagaan dan Evaluasi Subak Se-Kota Denpasar. Yang dilaksanakan rutin setiap tahun menyasar 42 Subak di Empat Kecamatan di Kota Denpasar. Ini dilakukan agar eksistensi Subak dapat dijaga sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap keberadaan lahan pertanian di Kota Denpasar serta tercukupinya ketersediaan pangan. Disamping kegiatan ini juga sebagai langkah awal dalam mewujudkan pembangunan di sektor pertanian yang berwawasan budaya. Dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, tokoh masyarakat, lembaga adat dan pemerintah secara bersinergi, terang Kadis Kebudayaan Made Mudra. Dalam upaya menjaga dan melestarikan Subak, Mudra juga berharap agar semua lembaga mampu menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik. 

Sementara Camat Densel A.A. Risnawan mengatakan,  secara umum pembinan kelembagaan Subak di Kota Denpasar sudah berjalan dengan semestinya. Namun demikian perlu upaya yang lebih giat lagi dalam menyelamatkan Subak di Bali khususnya Denpasar. Menurutnya ada tiga hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya peran serta dan sinergitas antar lembaga terkait, ketersediaan tenaga kerja muda pertanian dan pemetaan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi. Mengingat begitu kompleknya permasalahan yang dihadapi Subak, maka sinergitas itu mutlak dibutuhkan. Seperti kasus alih fungsi lahan yang masih marak terjadi disamping pencemaran limbah. Dimana dalam upaya pemecahannya tidak cukup diselesaikan oleh Dinas Kebudayaan atau Badan Lingkungan Hidup saja. Harus ada sinergitas antar lembaga atau instansi terkait seperti; Trantib, Tata Kota, PU dan sebagainya. Oleh karenanya dalam setiap pembahasan maupun pemecahannya harus dilakukan dari hulu ke hilir, tegasnya. Kabid Adat Disbud Md. Wedana juga menambahkan, guna memotivasi semangat krama Subak dalam menggeluti swaginanya. Pemkot melalui Dinas Kebudayaan akan tetap memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada  Subak yang telah mendapatkan nilai tertinggi dalam evaluasi kali ini, imbuhnya.  (Sdn.Humbud.Dps.).