PENGUMUMAN JUARA UMUM UTSAWA DHARMA GITA TINGKAT PROVINSI BALI
Senin, 16 Agustus 2010 merupakan hari kebahagiaan yang dirasakan oleh peserta Utsawa Dharma Gita duta Kota Denpasar. Dengan tawa, tangis dan terharu mewarnai rasa kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, ucapan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi tak henti-hentinya mereka ucapkan. Setelah menunggu penampilan dharma wecana dewasa putri yang dibawakan oleh Ni Wayan Eka Darmayanti menjadi berkah dan membawa kontingen Kota Denpasar sebagai Juara Umum lomba Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Bali yang dilaksaanakan di Art Centre Taman Budaya Denpasar. Perolehan medali yang dapat kami sampaikan adalah 8 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu dengan rincian sebagai berikut :
1. Juara I pembaca Sloka remaja pasangan putra yang dibawakan oleh Ida bagus Agung Kusuma Darma berpasangan dengan Cokorda Gede Angga Pramana
2. Juara I pembacaan Sloka remaja pasangan putri yang dibawakan oleh Ida Ayu Istri Dharmayanti berpasangan dengan Ida Ayu Diah Telaga Dewi
3. Juara I pembacaan Palawakya remaja pasangan putra yang dibawakan oleh I Made Arik Wira Putra berpasangan dengan I Putu Eka Juliantara
4. Juara I Kidung anak-anak campuran yang dibawakan oleh Komang Ayu Rosmala Dewi, Ni Kadek Risna Umayanti, Ni Kadek Desi Antari, I Gusti Ngurah Bagus Kresna Dutta dan I Putu Wawan Narendra Putra
5. Juara I cerdas-cermat (Dharma Widya) tingkat SMP yang dibawakan oleh I Gede Sutha Arta Pramana, Putu Novia Puja Watini dan Kadek Yogantara Santosa
6. Juara I cerdas-cermat (Dharma Widya) tingkat SMA yang dibawakan oleh Putu Gito Parisuda, Ni Putu Indah Permata Dewi dan I Gede Prema Dita Adi Sanjaya
7. Juara I Dharma wecana remaja putri yang dibawakan oleh Gek Lia Agustini dengan cadangan A.A Ayu Tirtamara
8. Juara I Dhara wecana dewasa putri yang dibawakan oleh Ni Wayan Eka Darmayanti
9. Juara II menghafal Sloka dewasa yang dibawakan oleh I Ketut Mawas Radika
10. Juara II Kidung Remaja campuran yang dibawakan oleh Kadek Rendra Nugraha, I Wayan Kariayasa, Luh Putu Dwi Kemara Pratiwi, Ni Wayan Sutari dan Ni Ketut Kristina
11. Juara II Pembaca Palawakya remaja pasangan putri yang dibawakan oleh Ni Made Ayu Purnama Sari yang berpasangan dengan Ni Luh Cahyani
12. Juara III Kidung dewasa campuran yang dibawakan oleh Ni Made Pastini, Komang Yudisani, Ida Ayu putu Werdi, I Nyoman Ariasa, I Ketut Mardika, S,Sos dan I Wayan Kandra
Widya sabha Kota Denpasar yang dalam hal ini disampaikan oleh Drs I Made Suarta Wijaya mengatakan bahwan utasaha yang dilakukan untuk menyambut pelaksanaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Art Centre Taman Budaya tanggal 14 sampai dengan 16 Agustus 2010 maka Widya Sabha Kota Denpasar yang didukung oleh Dinas Kebudayaan menyusun program latihan kepada peserta mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2010 setiap hari Jumat di Kantor Dinas Kebudayaan mulai pukul 15.00 Wita sampai selesai. Semua pembina benar-benar bekerja keras untuk membina peserta guna mempertahankan juara umum, apalagi telah dibantu secara penuh bai berupa biaya, sarana prasarana dari Walikota Denpasar. Tidaklah berlebihan kami sampikan bahwa keberhasilan yang kita peroleh adalah :
1. Berkat kerjasama antara pembina dengan peserta dan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan
2. Besarnya perhatian Bapak Walikota akan keberadaan Utsawa Dharma Githa
3. Keseriusan dari peran serta semua pihak termasuk orang tua dan tokoh masyarakat
Dari pelaksanaan Utsawa dharma githa secara keseluruhan memang berjalan dengan baik tetapi ada perasaan kekecewaan yang dirasakan oleh semua peserta kepada Panitia Provinsi sebagai penyelenggaran karena pelaksanaan tersebut pelaksanaannya bersamaan dengan pameran pembangunan sehingga penontonnya kebanyakan dari para pendukung peserta, lebih-lebih adanya suara musik yang sangat menggangu pelaksanaan Utsawa tersebut dan kalau boleh kami sarankan bahwa pelaksanaan Utsawa Dharma Githa dilaksanakan bersamaan dengan PKB. Pelaksanaan utsawa Dharma Githa merupakan pendalaman terhadap sastra khususnysa sastra hindu yang dapat membentuk jati diri dan membinaan etika.
Sangat disayangkan materi kekawin dan geguritan tidak diikut sertakan karena kedua materi tersebut merupakan dasar untuk mempelajari tembang yang lainnya
(dar)