Denpasar - Maha Bandana Prasadha merupakan salah satu event yang digagas Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar untuk memberi ruang bagi para seniman terutama seniman- seniman kesenian klasik untuk menampilkan garapan- garapan kesenian yang mereka kreasikan sedemikian rupa ke khalayak ramai. Digelarnya Maha Bandana Prasadha juga merupakan wujud upaya Pemkot Denpasar dalam mempertahankan keberadaan kesenian – kesenian klasik tersebut. Seperti pada Rabu (21/9) pada pelaksanaan event Maha Bandana Prasadha Tahun 2016 dimeriahkan penampilan Sekaa Selonding Dharma Suci asal Banjar Minggir, Padangsambian, Denpasar. Anggota Sekaa Selonding Dharma Suci nampak begitu lihainya memainkan gamelan yang tergolong sebagai Gambelan Tua atau Klasik ini dihadapan para pengunjung event Maha Bandana Prasadha Tahun 2016 di pelataran parkir Museum Bali, Denpasar. Dalam penampilannya, Sekaa Selonding Dharma Suci menampilkan sejumlah garapan seperti Tetabuhan Sekar Gadung dan Rejang Dauh Tukad. Irama unik yang dihasilkan gamelan Selonding yang dimainkan Sekaa Selonding Dharma Suci seakan turut menegaskan keberadaan instrumen musik klasik ini tak lekang digerus perubahan jaman. Koordinator Sekaa Selonding Dharma Suci, Made Oka Dwiantara ditemui disela- sela pementasan menuturkan bahwa keberadaan Gamelan Selonding di Kota Denpasar sejatinya masih bertahan dengan baik. “Minat anak- anak muda mempelajari Gamelan Selonding dari tahun ke tahun makin meningkat. Hal ini terbukti dengan makin meningkatnya jumlah sanggar- sanggar serta sekaa Selonding yang tersebar diseluruh kecamatan di Kota Denpasar. Pemkot Denpasar melaui Dinas Kebudayaan saat ini juga sangat gencar dalam memfasilitasi pengembangan Gamelan Selonding seperti mengadakan serangkaian pembinaan dan memberikan wadah bagi seniman - seniman dalam menampilkan kreasinya melalui event- event kebudayaan yang rutin digelar setiap tahunnya. Hal ini tentunya sejalan dengan Program Kota Denpasar sebagai Kota Berawasan Budaya” ujar Dwi Antara. Lebih lanjut Dwi Antara mengatakan bahwa asal usul gamelan ini sebenarnya berasal dari daerah Tenganan, dan pada mulanya hanya diperuntukkan untuk kegiatan adat seperi Upacara Geret Pandan yang memang hingga sekarang rutin diadakan di daerah Tenganan .”Dari segi teknik memainkannya, jenis gamelan Selonding terlihat lebih rumit dan unik bila dibandingkan dengan Instrumen Bali pada umumnya, terutama dari segi teknik memainkannya yang biasa disebut Keklenyongan. Maka dari itu, dibutuhkan ketelatenan ekstra didalam mempelajari instrumen musik ini. Melihat fakta semakin antusiasnya generasi muda mempelajari Gamelan Selonding , diharapkan mampu membentuk mental generasi muda yang berbudaya dan menjadikan mereka generasi yang tangguh dalam menghadapi persaingan di era globalisasi.(esa/humasdps)
29 Oktober 2025