Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Rutin Menggelar Upacara Tumpek Wayang
Pada hari Tumpek Wayang ini dipercaya sebagai hari lahirnya berbagai jenis alat kesenian seperti gong, gender, wayang, barong dan jenis kesenian lainnya. Hal yang menarik yang berkaitan dengan Hari Tumpek Wayang ini ialah apabila ada seorang anak lahir yang waktunya bersamaan dengan Wuku Wayang maka dianggap keramat/leteh. Secara umum, masyarakat Hindu akan menanganggap bahwa anak tersebut mesti dilukat dengan Upacara Sapuh Leger dengan tujuan supaya sang anak terhindar dari buruan Sanghyang Kala sebagai simbol kejahatan.
Demikian juga halnya dengan upacara Tumpek Wayang yang dilaksanakan pada Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, Taggal 11 April 2015 bertempat di Ruang Gedong Simpen Kantor dinas Kebudayaaan Kota Denpasar, dimana Pelaksanaan Upacara Tumpek wayang dilaksanakan Karena pada Dinas Kebudayaan Kota Denpasar juga Memiliki 4 Keropak Wayang yang terdiri atas: 2 Keropak Wayang Parwa, 1 Keropak Wayang Ramayana dan 1 Keropak Wayang Tantri serta 3 Barung Gender Wayang, yang mana Keberadaan perangkat Kesenian tersebut dipergunakan untuk Pelatiahan Wayang dan gender Wayang yang mana kegiatan tersebut di Koordinir pada Bidang Dokumen dan Perfilman Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.
Dalam Pelaksanaan Upacara tersebut di Hadiri oleh Bapak Kabid Dokumen dan Perfilman (Drs. I Gusti Ngurah Alit Sudibya) serta para kasi dan staf, menurut beliau Pelaksanaan Upacara ini Rutin dilaksanakan setiap Upacara Tumpek Wayang dimana bertujuan untuk tetap menjaga sakralisasi Perangkat kesenian tersebut. Disamping itu bertujuan juga agar Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan Perangkat kesenian itu pada Pelaksanaan kegiatan yang di laksanakan tetap mendapatkan fibrasi dan dilancarkan tanpa ada halangan, serta Taksu keseniannya tetap terjaga.
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025