Menu

PEDULI KRAMA HINDU KENDARI

  • Selasa, 17 November 2015
  • 722x Dilihat

Seniman Denpasar Serahkan Sumbangan

Denpasar, “Menyelam Sambil Minum Air” demikian istilah yang tepat ditujukan kepada para seniman Kota Denpasar saat berkunjung ke Kota Kendari Sultra. Disela-sela mengemban misi kesenian di Kota yang berhawa panas tersebut, para seniman menyempatkan diri untuk berkangen ria bertemu dengan saudara sesama ditanah rantau. Alhasil aneka keluh kesah dan ungkapan rasa kangen muncul kepermukaan. Dalam kunjungannya tersebut para seniman yang dikoordinir Penglingsir Puri Agung Denpasar A.A. Ngr. Bima Wikrama dan beberapa orang pejabat dilingkungan Dinas Kebudayaan Denpasar juga berkesempatn menyerahkan bantuan berupa kendang, panggul dan punia kepada krama Hindu setempat, Selasa, (17/11).

Setelah menyelesaikan beberapa misi kesenian di Kota Kendari, puluhan seniman yang terdiri dari panabuh, penari dan pembina. Bergerak mengunjungi Pura Agung Jagadhita Kendari tempat yang disepakati menjadi lokasi pertemuan antar saudara sesama Hindu. Keceriaanpun tampak dari raut wajah mereka, maklum kebanyakan dari mereka tak pernah ketemu selama puluhan tahun. Merekapun mencurahkan perasaan dan isi hati masing-masing sesekali menitipkan pesan agar selalu menjaga kebersamaan dan persatuan dimanapun tanah dipijak. Hal tersebut juga diungkapkan tokoh Puri Agung Denpasar A.A. Ngr. Bima Wikrama. Bahkan dengan polosnya beliau berucap “tiyang meriki ten makne napi (saya kesini tidak bawa apa-apa)”, ujarnya. Seraya berharap agar semeton Hindu di Kendari selalu bekerja keras dan  meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki agar mampu bersaing. Dan yang lebih penting lagi ikut serta dalam menjaga kondusifitas Kota Kendari, imbuhnya.

Sementara Ketua Parisadha Hindu Propinsi Kendari Kt. Puspa didampingi para prajuru mengatakan, umat Hindu yang ada di Kota Kendari sekarang ini hampir berjumlah kurang lebih 1.500 KK, tersebar di beberapa wilayah seperti Kendari, Tolaki, Jati Bali dan lain-lain. Dengan berbagai profesi yang dimiliki seperti; tukang, pegawai negeri, wiraswasta, dosen, guru, dokter dan lain-lain. Ketut Puspa juga tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para seniman yang peduli terhadap keberadaan saudaranya di tanah rantau. Dan berharap semoga kepedulian dan jalinan persaudaraan ini bisa terus berlanjut, harapnya. (Sdn.Humbud.Dps.).