Menu

Meriahkan Festival Keraton Nusantara III

  • Selasa, 10 November 2015
  • 1057x Dilihat

Puluhan Seniman Diberangkatkan

Denpasar, Puluhan seniman Kota Denpasar terdiri dari penabuh dan penari diberangkatkan ke Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Keberangkatan ini dalam rangka memeriahkan Festival Keraton Se-Nusantara yang digelar mulai besok 12 hingga 15 Nopember 2015. Demikian dikatakan A.A. Ngr. Wira Bima Wikrama Tokoh Puri Agung Denpasar didampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan Nym Sujati dan Seniman Nyoman Suarsa saat meninjau persiapan terakhir para seniman, Selasa (9/11) di studio Nabesima Denpasar.

Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat Asia Tenggara III yang sudah berjalan untuk yang ketiga kalinya ini. Diikuti oleh seluruh Keraton yang ada di Nusantara, diantaranya; Puri Denpasar, Kesultanan Bulungan, Bima, Gowa, Padjadjaran Jabar, Luwuk, Pakualam Yogyakarta, Sumatra Barat, Lombok, Kalimantan dan lain-lain. Dengan menggagendakan beberapa kegiatan seperti; parade, kirab/gelar budaya, pameran, seminar, kirab pusaka, pentas budaya, rapat kerja, pameran foto dan lain-lain. Menurut Bima Wikrama, kehadirannya bersama puluhan seniman di Kota Kendari selain ikut dalam parade budaya. Bali khususnya seniman Denpasar akan ikut mengisi beberapa kegiatan pentas budaya sesuai permintaan panitia, terangnya. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar telah menyiapkan sebuah garapan palegongan yang diberi judul “Satria Wira Puja”. Didukung para penari maupun penabuh yang sudah malang melintang didunia seni seperti; De Mol, Gung Putra, Guru Anom, Sadia, Eva dan lain-lain. Serta didukung para koreo dan peñata tabuh handal seperti; I Gusti Ngurah Padang dan I Nyoman Suarsa alias Yang Pung. Diambilnya judul “Satria Wira Puja”, tak lain adalah untuk  mengingatkan kembali kisah perjuangan raja tempoe dulu. ‘’Untuk itulah pegelaran kali ini menampilkan palegongan “Satria Wira Puja”. Dengan durasi kurang lebih satu setengah jam, mudah-mudahan kolaborasi palegongan ini mampu menghibur para peserta dan penonton yang ada di Kota Kendari, jelasnya. Yang menarik dari garapan palegongan ini adalah hadirnya barong dan rangda sebagai lambang dari Rwa Bhineda yaitu kekuatan baik dan buruk yang berkolaborasi dengan para penari legong.

Sementara Sekda Kota Denpasar A.A. Rai Iswara mengucapkan terimasih kepada pihak Puri Agung Denpasar, karena telah berkolaborasi dengan  Pemerintah Kota Denpasar. Dinama menurut Rai Iswara seni itu adalah bingkai kota yang berwawasan budaya. Dalam pementasan nanti, Rai Iswara juga meminta agar para seniman mampu tampil maksimal dengan menyuguhkan penampilan yang terbaik. Serta berpesan agar para seniman mampu menjaga nama baik Bali khususnya Denpasar serta jangan lupa jaga kondisi, harapnya. (Sdn.Humbud.Dps.).