Menu

MENGENANG MAESTRO KARAWITAN BALI “I WAYAN BERATHA”

  • Sabtu, 03 Januari 2015
  • 3270x Dilihat

Pemkot Tampilkan Beberapa Karya Almarhum
 
Denpasasar, Beberapa karya seni yang telah melegenda buah karya alm. I Wayan Beratha “Maestro Karawitan Bali” kemarin ditampilkan di Gedung Nitya Mandala Kampus ISSI Denpasar. Beberapa karya tersebut diantaranya; Tabuh Kutus Pelayon, Tari Tani dan Sendratari Ramayana. Pagelaran karya seni ini adalah dalam rangka mengenang kembali karya Sang Maestro Empu Karawitan Bali alm. I Wayan Beratha. Turut hadir Rektor ISSI Denpasar Dr. Gd. Arya Sugiartha, Sekkot Denpasar Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Denpasar Md. Mudra, Penglingsir Puri,Tokoh Seni dan Budaya, Mahasiswa Seni  dari berbagai Negara serta keluarga almarhumah, Sabtu (3/1).
 
Prof. Luh Sutjiati Beratha yang juga anak kandung alm. I Wayan Beratha mewakili keluarga dengan suara bergetar karena terharu mengatakan, salut atas apa yang dilakukan Pemkot Denpasar beserta para pihak khususnya para tokoh seni dan budayawan yang ada di Kota Denpasar. Yang telah mengapresiasi dan memprakarsai untuk mempertunjukkan kembali karya-karya fenomenal almarhum I Wayan Beratha termasuk didalamnya penulisan Biografi almarhum. Menurutnya, ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa bagi keluarga besar alm. I Wayan Beratha. “Saya berterimakasih atas perhatian Bapak Walikota Denpasar IB Rai D Mantra terhadap para senimannya”, ucapnya. Tak dipungkiri memang, beberapa karya seni yang monumental yang telah melegenda buah karya I Wayan Beratha hingga kini masih menjadi inspirasi oleh para seniman dalam menciptakan karya-karyanya. Seperti diungkapkan pengamat seni Prof. Dibia didampingi Dr. Km. Astita dan Ibu Arini, bahwa banyak karya-karya seni yang berkembang sekarang bersumber dari karya alm. I Wayan Beratha. Seperti sendratari Ramayana yang kini tampilannya makin inovatif dan kreatif namun tetap pada jalurnya. Disamping berbagai jenis tabuh palegongan yang terinspirasi dari karya almarhumah terutama dari “Tabuh Kutus Pelayon” yang memiliki nada dan ritme yang begitu indah dan terpola.
 
Sementara Sekkot Rai Iswara mewakili Walikota dalam sambutannya mengatakan, sosok alm. I Wayan Berata adalah seniman yang komplit. Beliau menonjol tidak hanya dari kesenimannya saja namun menonjol pula dari cara berpikir, berkata dan berbuat yang dalam ajaran Agama Hindu disebut “Tri Kaya Parisuda. Mudah-mudahan melalui karya dan pola pikir beliau mampu membuka cakrawala berpikir yang lebih positif serta mampu menjadi benteng yang kuat dalam memperkuat jati diri masyarakat Bali khususnya masyarakat di Kota Denpasar. “Kita memang telah kehilangan sosok seniman I Wayan Beratha namun jiwa dan karyanya tidak akan mati, masih bisa kita nikmati dan wariskan ke anak cucu”, uapnya. Hal senada juga disampaikan Rektor ISSI Denpasar Dr. Gd. Arya Sugiartha bahwa keberadaan seniman alm. I Wayan Beratha ikut  menunjang perkembangan program seni dan budaya di kampusnya. Untuk itu kedepan pihaknya akan lebih mengedepankan aspek peningkatan kualitas, melalui Rencana Strategis Kampus  (Renstra) dimana salah satunya adalah program pemuliaan sumber daya manusia, ungkapnya. Selain menampilkan tiga karya almarhum, acara kemarin juga diisi dengan penyerahan buku Biografi alm. I Wayan Beratha secara gratis oleh penulis Prof. Dr. Dharma Putra dan keluarga almarhum. Yang menarik dari acara kemarin adalah turunnya para seniman senior dalam mendukung pagelaran baik tabuh maupun tari. Seperti; Prof Dibia sebagai penari Hanoman, Md. Wiratini sebagai Kijang Kencana, Alit Arini, Cok Raka Tisnu, Km. Astita, Tut De Asnawa (ipar almarhumah yang sengaja datang dari AS) dan lain-lain. (Sdn.Humbud.Dps.).
Ket. Foto/Gb
1. Seniman tarikan sendratari Ramayana
2. Penabuh Dr. Komang Astita sedang beraksi
3. Alit Arini dkk
4. Penari Kijang Kencana Md. Wiratini
5. Rahwana Terbangkan Dewi Sita
6. Penari Hanoman Prof. Dibia