Menu

Melalui Denpasar Film Festival Pemkot Denpasar Dukung Penuh Insan - Insan Kreatif

  • Rabu, 24 Agustus 2016
  • 814x Dilihat

Perkembangan dunia sinematografi, terutama yang berada diluar arus industri perfilman mainstream semakin menggeliat di Kota Denpasar. Film film independent dan dokumenter yang dibuat oleh pelajar di Kota Denpasar kini semakin gencar dibina oleh Pemkot Denpasar melalui workshop dan festival - festival yang berkerjasama dengan pihak pihak yang memang sudah kompeten di dunia perfilman. Seperti terlihat pada malam penganugerahan serangkaian 7th Denpasar Film Festival, pada minggu (21/8) yang berlokasi di istana Taman Jepun, Denpasar. Hadir Walikota Denpasar, IB Rai Dharamwijaya Mantra, didampingi Plt. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sujati, serta sejumlah seniman dan pemerhati film di Kota Denpasar, salah satunya yang hadir dan cukup menyita perhatian adalah sutradra film nasional, Slamet Raharjo yang sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya didunia sinematografi tanah air.

Direktur Denpasar Film Festival, Agung Bawantara mengatakan dalam Denpasar Film Festival  7 ini serangkaian pelatihan telah dilakukan, dari hasil pelatihan itu, peserta akan dipandu membuat film berdurasi 2 sampai 5 menit dengan tema air dan kehidupan. Peserta dari tingkat SMP dan SMK se Bali ini juga akan diberi dana stimulan sebesar masing - masing 2 juta rupiah."Kami juga membuat kategori Lomba Resensi Film, karena kami sadar seni tak akan bisa bergerak maju tanpa adanya kritik jadi kita beri wadah bagi para kritisi film yang bisa menulis di FB, Blog pribadi atau media umum," katanya. Sementara lomba film dokumenter untuk umum berjumlah 67 peserta dari seluruh Indonesia yang akan dicari menjadi unggulan dan dicari 1 yang terbaik, sementara kategori pelajar dikhususkan yang berdomisili di Bali dan akan dicari 3 pemenang. Dalam kesempatan ini saya menyampaikan terimaksih sebesar-besarnya nya kepada Pemkot Denpasar yang telah menyokong penuh acara ini" ujar Bawantara.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa kota Denpasar tak lama lagi para pelaku industri kreatif akan bernaung dipusatkan dalam satu SKPD, karena selama ini geliat memajukan industri kreatif sering terbentur rumitnya birokrasi. Seniman itu sering kesulitan bila berurusan dengan birokrasi, maka langkah langkah jitu harus kita lakukan untuk menengahi itu semua. Ekonomi kreatif harus terus diperjuangkan. Kota Denpasar lokomotif nya adalah dunia pariwisata. Namun kalau terus dipusatkan disana akan terforsir hanya di pariwisata. Yang kini kita perjuangkan pariwisata budaya sebagai alternatif ekonomi mengimbangi dominasi ekonomi pariwisata. Memang kini masih merangkak, namun kita akan terus perjuangkan. Saya secara pribadi bangga lebih banyak orang tertarik bergelut di dunia kreatif. Denpasar Film Festival adalah pondasi bagi dunia perfilman khususnya dan kebudyaan secara keseluruhan di Kota Denpasar. Pemkot Denpasar akan selalu membuka ruang bagi kreatifitas" ujar Rai Mantra. Dalam malam penganugerahan Denpasar Film festival terdapat kategori penghargaan antara lain Lomba Resensi Film, lomba film dokumenter kategori umum dan film dokumenter Kategori Pelajar. Juara I lomba kategori resensi film dokumenter Bram Setiawan usai acara mengatakan karya yang diulasnya adalah sebuah film berjudul Petani Terakhir karya Dwitra J Ariana. " film ini secara garis besar memiliki pesan tentang kehidupan petani diantara gemerlap pembangunan, dimana dinamika perkotaan yang dihadapkan pada pembangunan budaya pertanian. Sementara itu , juara 1 lomba film kategori diraih Komang Ari Dharmayanti dari SMK PGRI Amlapura dengan judul film "Penting" yang berkisah tentang alat musik tradisional "Pentingan".(esa/humasdps)