MATERI PAWAI PKB XXXI DUTA KOTA DENPASAR TAHUN 2009
Menurut Koordinator Pawai Kota Denpasar Anak Agung Putra, telah menyampaikan Materi Pawai Duta Kota Denpasar dalam rangka Pesta Kesenian Bali XXXI tahun 2009 ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. adapun materi yang dapat disajikan adalah sebagai berikut :
- Wayang Gedog dengan dalang cilik diatas kereta hias jempiring, dengan kelengkapan gender dan menceritakan tentang alur pawai tentang prosesi kehidupan
- Prosesi permainan anak-anak berupa permainan tradisional
- Prosesi kesenian anak-anak berupa ngelawang sebanyak 8 barong dan diiringi gambelan bebatelan
- Prosesi payasan menek daha sebanyak 10 pasang
- Prosesi gebogan aturan buah dan bunga sebanyak 20 orang dengan busana lelunakan
- Prosesi Barong Palawija dan padi-padian 2 buah yang diusung masing-masing 4 orang
- Prosesi payasan mepandes dan penganten sebanyak 10 pasang
- Gambelan Balaganjur kolaborasi jimbe
- Atribut upacara pelebon, mewangun 30 orang
- Megayot 2 orang anak-anak dan 1 orang pakaian pendeta istri dengan atribut panah
- Iringan angklung keklentangan
- Baris Ketekok Jago
- Gambelan Gambang
- Lembu diusung 40 orang
- Bale Pebasmian diusung 40 orang
- Padma dengan kelengkapan gender diatas sanan dengan diusung 40 – 50 orang
- Balaganjur Semarandana
SINOPSIS PAWAI PESTA KESENIAN BALI XXXI DUTA KOTA DENPASAR, SABTU 13 JUNI 2009
Siklus Kehidupan
Implementasi konsep tertuang dalam bentuk sajian pawai tiga masa dalam kehidupan umat manusia di Bali. Ketiga masa tersebut ketika masa anak-anak, masa remaja hingga masa dewasa
Adapun bentuk sajian adalah sebagai berikut :
1. Mengawali pawai Kota Denpasar adalah pertunjukan wayang gedog diatas kereta hias. Wayang adalah merupakan bayangan tentang hidup dan prilaku manusia. Disamping adalah sebagai wahana seni wayang juga memiliki keterkaitan ritual pada masyarakat Hindu Bali. Sajian wayang ini ditampilkan oleh sekaa gong Truna Banjar Tainsiat Denpasar menggambarkan alur tentang pawai juga adalah siklus kehidupan
2. Masa anak-anak, ditampilkan berbagai bentuk permainan tradisional yang merupakan aktifitas keseharian anak-anak pada masanya sering dilakoni, tetapi melihat perkembangan peradaban, permainan tersebut mulai ditinggalkan. Untuk itu perlu rasanya semua pihak perduli dengan bentuk – bentuk permainan tradisional tersebut mulai dikenalkan pada anak-anak sehingga budaya yang ada tidak hilang begitu saja. Dibawakan oleh Anak-anak Sekolah Dasar No 11 Kesiman.
3. Kesenian Mebarong barongan, adalah merupakan kegiatan anak-anak yang berbentuk atraksi seni dimana barong yang ditampilkan adalah merupakan simbolis kehidupan binatang, dengan segala prilakunya, dan secara tidak langsung akan memberikan peluang bagi anak-anak untuk membina talenta dalam berkesenian. Dengan diiringi gambelan bebatelan ekspresi anak-anak tersebut akan menunjukan kebebasan masa anak-anak untuk bermain dan berkesenian tanpa harus dibatasi aturan-aturan dalam berkesenian. Bersama Sanggar Siwer Nadi Swara Denpasar.
4. Masa peralihan anak-anak ke masa remaja akan ditampilkan bentuk payasan menek daha dengan segala macam stile dan gaya yang menjadi ciri payasan di Kota Denpasar. Masa ini adalah merupakan jenjang pendewasaan diri mengingat masa anak-anak akan mulai ditinggalkan demikian secara simbolis dapat dijabarkan menurut konsep dan budaya masyarakat Bali.
5. Masa Remaja pawai ini akan ditampilkan bentuk kegiatan remaja putri dengan berbagai sarana aturannya, dengan mengusung gebogan yang merupakan sesaji adalah melambangkan kegiatan para remaja guna mempersiapakan kegiatan menyambut hari besar Hindu. Ditampilkan oleh Siswa SMK N 5 Denpasar.
6. Ogoh-ogoh Barong Padi-padian adalah merupakan kreatifitas remaja dengan segala kemampuannya, sering kali nalar dan kemampuan dalam berkarya tersebut terbelenggu media dalam penyajiannya. Dalam pawai ini tampilan ogoh-ogoh barong padi-padian ini disamping merupakan kreatifitas seni juga penghormatan terhadap nilai budaya local seperti peringatan tumpek Warige atau tumpek Uduh, dimana di Denpasar telah pernah dilaksanakan dengan memprosesikan segala hasil bumi dalam bentuk prosesi kesenian.
7. Peralihan masa remaja menuju masa tua adalah dengan melakukan tingkatan grahasta asrama. Dalam sajian ini akan ditampilkan payasan pengantin dan dengan melibatkan Tuna-truni Denpasar akan dioptimalkan pula bentuk payasan mapandes, dimana semua itu adalah simbolis masa remaja akan mulai ditinggalkan menuju masa tua dengan segala kegiatannya.
8. Jimbe Rampak adalah merupakan inofasi musik dikalangan generasi muda yang dikemas dalam bentuk sajian musik rampak yang merupakan tampilan group Jazz musik Perkusion, Denpasar.
Masa Kehidupan sebagai orang tua.
Adalah kegiatan yang penuh tanggung jawab baik sebagai orang tua maupun sebagai anak yang harus berbakti kepada leluhur.
Dalam masa ini akan disajikan rangkaian kegiatan upacara pelebon mewangun. Yang merupakan keharusan dari semua umat hindu di Bali untuk mengadakan upacara pengabenan ini walaupun pada tingkatan yang berbeda.
9. Mengwali prosesi pelebon ini ditampilkan segala bentuk kelengkapan (Eteh-eteh) upacara dan dengan berbagai atributnya dangan membawa ogoh-ogoh rare angon sebagai kelengkapan upacara tersebut disajikan oleh sekaa truna Widya Bakthi Br. Pegok Sesetan Denpasar.
10. Megayot adalah merupakan simbolis lingga dan yoni yang merupakan bagian dari retentetan upacara pelebon disaat kegiatan manah toya ning dan juga disaat berangkat ke setra .
11. Iringan Gambelan angklung Keklentangan yang di Denpasar umumnya angklung tersebut digunakan disaat kegiatan upacara pengabenan / pelebon. Tetapi di Bali utara dn juga Bali Barat sering ANgkluing disajikan dalam Upacara Dewa Yadnya. Dibawakan oleh Sekaa Angklung Banjar Kalah Penatih Denpasar.
12. Prosesi Baris Ketekok Jago adalah merupakan rangkaian prosesi ditingkat mewangun guna mengantarkan jenasah yang akan diaben ketiak janasahnya hendak diturunkan dari bale padma menuju lembu yang akan dipakai tempat pembakaran, disajikan olek sekaa baris ketekok jago Banjar Tangun Titi Tonja Denpasar.
13. Gambelan Gambang adalah merupakan instrument musik Klasik yang jelas sekali peruntukannya ketika kita akan menghantarkan upacara pengabenan pada tingkatan tertentu, Gambang yag berasal dari dua suku kata Ga- dan Bang, memiliki pengertian adalah musik penghantar kesunyian atau kesunia loka . Dibawakan oleh sekaa gambang Banjar Sebudi Denpasar.
14. Lembu yang diusung 40 s/d 50 orang adalah merupakan salah satu sarana yang akan digunakan sebagai tempat karanda ketika akan diadakannya prosesi pembakaran jenasah. Diusung oleh Sekaa Truna Widya Bakthi Br. Pegok Sesetan.
15. Bale Pebasman, sesuai dengan namanya bale tersebut adalah merupakan tempat lembu yang akan digunakan sebagai tempat pembakaran jenasah, ketika semua atribut upacara telah tiba di setra.
16. Padma, adalah tempat keranda yang diusung ketika perjalanan dari tempat upacara menuju setra. Padma dibuat sesuai dengan kebutuhan. Ada dalam bentuk Bade atau bade awin, padma dan lainnya diusung oleh 50 orang dari St Widya Bakthi Br. Pegok Sesetan.
17. Iringan Baleganjur Semarandana, adalah baleganjur yang dikemas dangan 10 tunggah riong dengan 7 nada yang kekinian mulai berkembang. Baleganjur tersebut secara fungsi tidak ada keterikatan karena musik tersebut adalah merupakan pengembangan gambelan baleganjur yang tentunya dapat dipergunakan dan diperuntukan dalam berbagai kegiatan disajikan oleh Sanggar Sutami Br. Ujung Kesiman Denpasar.
Demikianlah ilustrasi sajian pawai dari kota Denpasaar yang secara umum adalah menyajikan bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan dimasa kehudupan baik anak-anak, remaja dan dewasa (tua).
Perfilman (dar)