Menu

LOMBA KALIGRAFI dan BALI SIMBAR

  • Senin, 20 Juni 2016
  • 3216x Dilihat

Disbud Libatkan Siswa Se-Kota Denpasar

Denpasar, Dalam rangka melestarikan sekaligus mengajegkan kesustraanbali kuno yang merupakan sumber ajaran bagi kehidupan peradaban manusia. Sabtu (18/6) bertempat di areal Kantor Dinas Kebudayaan Denpasar digelar Lomba Kaligrafi dan Bali Simbar. Lomba kali ini melibatkan siswa SMP, SMA/SMK Se-Kota Denpasar. Pembukaan dilakukan langsung Kabid Warisan Budaya (WB) Dinas Kebudayaan Sang Putu Puja.

Menurut Kabid WB Sang Putu Puja, lomba Kaligrafi Dan Bali Simbar yang diselenggarakan bertepatan dengan kegiatan libur sekolah.  Adalah dalam rangka menggali, melestarikan dan  mengembangkan naskahkuno diantaranya adalah aksara Bali. Hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini aksara Bali kurang mendapat perhatian generasi muda akibat pengaruh globalisasi. Dengan lomba ini diharapkan generasi muda makin tergerak hatinya untuk ikut terlibat langsung dalam upaya pelestarian dan pengembangan aksara Bali kuno. Jumlah peserta  yang ikut serta kurang lebih 100 orang putra-putri berasal dari siswa SMP, SMA/SMK Se-Kota Denpasar. Tentang kreteria Sang Putu Puja menjelaskan, untuk kaligrafi peserta diwajibkan membuat lukisankaligrafi dengan tema “Tri Hita Karana”. Teks pelukisan tak dibedakan antara peserta SMP dan SMA/SMK sama yaitu “Tri Hita Karana”. Kaligrafi yang sudah dibuat diatas kanvas kemudian dituangkan pada kertas A4 dengan ornamen dan tulisan memakai cat, crayon dan pensil warna. Unsur-unsur yang dinilai meliputi; keindahan bentuk, makna, keserasian media dan ketepatan waktu. Sedang untuk jenis lomba aksara bali dengan program bali simbar B atau program bali simbar dwijendra. Masing-masing peserta diwajibkan menyalin huruf latin ke dalam bahasa bali. Setiap peserta juga diwajibkan menyalin teks soal yang disediakan panitia dengan menggunakan salah satu dari kedua program tersebut yakni. Bali Simbar B atau Program Bali Simbar Dwijendra. Sama halnya untuk tingkat SMA/SMK mereka juga diwajibkan menyalin teks menggunakan salah satu dari kedua program tersebut. Dan masing-masing peserta disediakan waktu 60 menit sedangkan untuk kaligrafi panitia menyediakan waktu sekitar 180 menit/3 jam. Penilaian didasarkan pada tingkat kebenaran, ketepatan penulisan, kreatifitas, keterbacaan huruf, kebenaran pasang aksara, komposisidan kemahiran dalam menggunakan program. Masing-masing akan dicari juara I, II dan III dan harapan I, II dan III untuk katagori SMP maupun SMA/SMK. Hasil pemenang akan diumumkan pada tanggal 27 Juni 2016 lewat pengumuman yang dipasang didinding kantor Disbud dan melalui situs Dinas Kebudayaan kebudayaan@denpasarkota.go.id. (Sdn.Humbud.Dps.).