Disbud Gelar Seminar
Denpasar, Dalam rangka pelestarian salah satu jenis permainan tradisional Bali “Layang-Layang” yang menjadi warisan leluhur, Selasa (2/8) bertempat di Aula Sabho Lango Dinas Kebudayaan Denpasar digelar Seminar dan Workshoop Layang-Layang Tradisional Bali” Seminar yang melibatkan para pelajar, para undagi layangan Se-Kota Denpasar dibuka langsung Plt. Kadis Kebudayaan Denpasar Dra. Ni Nyoman Sujati,MM mewakili Walikota Denpasar. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Mariana Wandira, SKPD terkait, Sabha Upadesa, Jro Bendesa, Camat dan undangan penting lainnya.
Walikota dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Kadis Kebudayaan Nyoman Sujati mengatakan bahwa tradisi melayangan di Bali khususnya Denpasar sudah menjadi warisan turun-temurun. Dan digemari banyak kalangan baik usia anak-anak, remaja hingga para orang tua bahkan tak membedakan laki maupun perempuan. Bahkan di Kota Denpasar melayangan sudah dikemas menjadi event bergengsi yang dikemas dalam bentuk Festival. Seiring dengan perkembangannya kini festival layangan telah menjadi ikon pariwisata baru yang sudah mendunia. Disamping itu dalam proses pembuatannya, layangan juga banyak mengandung pilosofi dan edukasi yang bermanfaat dalam membentuk karakter para generasi muda. Seperti; gotong-royong, kebersamaan, kepemimpinan, toleransi, estetika, arsitektur, sport dan lain-lain. Maka tak salah jika layangan yang merupakan warisan para leluhur harus dilestarikan dan terus dikembangkan, terang Rai Mantra. Mengingat begitu penting dan amat menjanjikan jenis permainan ini, tahun depan Rai Mantra berkeinginan agar event layangan ini menginternasional, jelasnya.
Sementara Pakar Layangan Made Susila Putra dalam makalahnya yang berjudul “Layang-Layang Sebagai Salah Satu Aset Budaya Bangsa” dihadapan peserta seminar mengatakan, kita kaya dengan warisan seni dan budaya namun miskin dalam upaya pelestarian. Bersyukur Denpasar yang mengusung visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Unggulan”punya kepedulian lebih dalam upaya pelestarian, terangnya. Terbukti diantatara Kabupaten di Bali Kota Denpasar paling sering menggelar event bertajuk seni dan budaya. Upaya ini harus terus digalakkan sebab tanpa seni dan budaya maka taksu Bali akan hilang, jelasnya. Dalam kesempatan tersebut Susila Putra juga menjelaskan tentang perkembangan dan sejarah layangan di Bali termasuk bagaimana cara membuatnya yang langsung diberikan oleh pakar undagi layangan I Kt. Magita. Seminar dan wokshoop yang berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan jumlah peserta sebanyak 250 orang mulai SD, SMP dan SMA/SMK akan ditutup dengan cara menaikkan layangan serentak pada Sabtu, (6/8) di Pantai Padang Galak Sanur-Denpasar. (Sdn.Humbud.Dps.).