Awali “MAHABANDANA PRASADA” dan FBD
Denpasar, Kawasan Catus Pata Br. Tainsiat hingga Titik nol Kota Denpasar kemarin macet total, ratusan bahkan ribuan masyarakat Denpasar tumpah ruah dilokasi ini. Hal ini dikarenakan Pemkot kembali menggelar event seni budaya yang dikemas dalam bentuk “Mahabandana Prasada dan Festival Puputan Badung (FPB). Pj. Walikota Denpasar A.A. Gede Geriya yang hadir bersama Ibu Menkop Bintang Puspayoga, Sekda Kota Denpasar Rai Iswara, Ketua DPRD A.A. Ngr. Agung beserta undangan lainnya tampak antusias menyaksikan jalannya festival, Minggu, (20/9) di areal Catus Pata Br. Tainsiat Denpasar.
Event tahunan “Mahabandana Prasada” dan Festival “Puputan Badung” yang digagas mantan Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra, setiap tahun terus mengalami peningkatan baik jumlah peserta maupun kemasannya. Event tahunan yang mengambil spirit 109 Tahun Puputan Badung, mengusung tema “Mati Tan Tumut Pejah”. Yang mengandung makna Puputan adalah sebuah Yadnya Suci yang dilandasi Dharma atau Kebenaran dalam menjalankannya. Prosesi “Mahabandana Prasada” kemarin diawali dengan kegiatan ngelawang oleh sekeha ngelawang empat Kecamatan di Catus Pata Patung Catur Muka. Hal ini bertujuan untuk memberikan vibrasi yang positif terhadap alam semesta dan pada akhirnya akan mampu memberikan keharmonisan seisi jagat serta kepada semua penghuni bumi ini. Usai prosesi ngelawang, kegiatan dilanjutkan dengan mengusung Keris Pusaka Puputan Badung menuju Catus Pata Br. Tainsiat lokasi berdirinya Patung Ida Cokorda Mantuk Ring Rana (julukan dari Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung). Sesampainya dilokasi, sejumpah pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat dipimpin langsung Pj. Walikota Denpasar A.A. Gede Geriya menyambut kedatangan Keris Pusaka seraya meletakkannya di tempat yang telah ditentukan.
Sementara Gede Darmaja selaku ketua panitia festival Puputan Badung pada kesempatan tersebut mengatakan, jumlah peserta dan jenis kesenian yang dilibatkan pada festival kali ini mengalami peningkatan. Bahkan untuk kegiatan kali ini, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada ibu-ibu lansia untuk ikut berpartipasi. Ini dibuktikan dengan hadirnya 28 orang penari pendet yang berusia lanjut. Disamping itu, kehadiran beberapa sekeha gong klasik seperti gong keklenengan, gong saron, palegongan dan lain-lain juga ikut menambah semarak suasana. Pada kesempatan tersebut Gede Darmaja juga mengajak semua pihak untuk terus menggelorakan spirit “Puputan Badung” dan bisa dijadikan landasan dalam memajukan dan membangun Kota Denpasar tercinta ini. (Sdn.humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025