KEGIATAN LOMBA DALAM RANGKA HUT KOTA DENPASAR
Dalam rangka menyambut HUT Kota Denpasar yang ke- 225 Tahun 2013, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar akan melaksanakan Gebyar Budaya dengan melibatkan Sekaa Teruna dan Sekaa Gong masing-masing Kecamatan se-Kota Denpasar. Adapun jenis lomba dimaksud adalah :
1. Lomba Ngelawar dan Membuat Ayam Betutu
2. Lomba Membuat Prani
Peserta :
> Sekaa teruna dan sekaa gong yang terbagi menjadi kelompok peserta yang terdiri dari 10 -12 orang dalam 1 kelompok
> Peserta diwakili oleh kelompok sekaa teruna dan sekaa gong dari banjar di lingkungan masing-masing kecamatan
> Peserta diwajibkan menggunakan pakaian adat
Kriteria Lomba:
> Lomba Ngelawar dan membuat ayam betutu
a. Setiap peserta wajib membuat lawar & ayam betutu sebagai bentuk sajian
b. Pelaksanaan lomba yang dilakukan di lokasi adalah membuat lawar mulai dari ngeramas sampai dengan mengolahnya
c. Untuk ayam betutu dikerjakan dari membuat bumbu dan membumbui ayam yang sudah dibersihkan dan dimasak hingga matang
> Lomba Membuat Prani
a. Setiap peserta wajib membuat 1 sajian prani dengan menyertakan hasil ngelawar dan ayam betutu
b. Pelaksanaan dibuat di tempat lomba dari awal sampai jadi
c. Untuk Prani yang dilakukan adalah membuat sampian prani dan menata Prani yang membuat dan menyajikan dalam bentuk tampilan Prani
> Kewajiban panitia
a. Panitia menyediakan tenda tempat bekerja
b. Panitia menyediakan meja untuk penyajian
c. Kelengkapan lain disediakan oleh peserta termasuk dulang, dll
d. Hal – hal lain dapat dikoordinasikan dengan panitia pada saat technical meeting
e. Pelaksanaan lomba :
Hari : Minggu
Tanggal : 17 Februari 2013
Pukul : 08.00 – 11.00 WITA
Tempat : Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar
Penjurian:
> Juri terdiri dari 4 (empat) orang juri lomba ngelawar & membuat ayam betutu dan 4 (empat) orang juri lomba membuat prani
> Pemenang dicari 3 terbaik dalam peringkat 1,2,3 dari masing-masing lomba yang terdiri dari lomba ngelawar, membuat ayam betutu & lomba prani
> Juara 1, 2 dan 3 akan diberikan penghargaan berupa piagam dan hadiah berupa dana pembinaan