Menu

JELANG PKB KE 38

  • Selasa, 12 April 2016
  • 968x Dilihat

Tim Bina “Topeng Panca” Br. Kehen Duta Denpasar

Denpasar, Menjelang berlangsung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 38, Tim Pembina Kesenian Propinsi lakukan pembinaan keseluruh duta Kabupaten/Kota Se-Bali. Seperti dilakukan kemarin di Br. Kehen Dentim yang ditunjuk sebagai duta “Topeng Panca” wakil Denpasar. Kehadiran Tim disambut langsung Wawali IGN Jaya Negara beserta Ketua DPRD A.A.NGr. Agung, Plt. Kadisbud Nym. Sujati serta para pembina dan seniman di Kota Denpasar, Sabtu (10/4) di Wantilan Br. Kehen-Dentim.

Ditunjuknya SG. Kencana Wiguna Br. Kehen-Dentim sebagai duta “Topeng Panca” pada helatan ajang PKB ke 38 tahun ini, merupakan hal yang pertama kali. Menyadari ajang seni ini begitu bergengsi tak hanya bagi para seniman sendiri. Namun berdampak pula pada citra dan harga diri  krama yang ada dilingkungan Br. Kehen. Oleh karenanya tak salah jika para krama Br. Kehen tampak bahu-membahu bekerja keras untuk mensukseskan pentas akbar ini. Seperti diungkapkan Kelian Br. Kehen I Kt. Suandita,S.Sn, bahwa dirinya beserta segenap tokoh dan krama rutin berkoordinas dan bekerjasama untuk bersama-sama mensukseskan tanggung jawab ini, terangnya. Bersyukur hingga saat ini menurut Suandita semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Termasuk masalah dana yang biasanya selalu menjadi permasalahan klasik dalam melakukan persiapan akbar seperti ajang PKB ini. Dalam pembinaan kemarin, hadir para pembina seni yang sudah kesohor diantaranya; Md. Djimat, Cok. Raka Tisnu, Kt. Wijana, Gst Ngr. Padang, Gst Ayu Mas dan lain-lain. Bahkan saat memberikan masukan Md. Djimat seorang seniman topeng yang juga tim pembina sempat memperagakan langsung tehnik menari terutama agem dan angsel yang benar kepada penari. Sementara rekannya Cok Raka Tisnu menyoroti soal keharmonisan dan keselerasan antara gamelan, gending dan tarian. Menurutnya pula, tabuh sebagai pengiring penari harus ada kerjasama yang selaras dan serasi. Sebab jangan sampai tabuhnya masih berjalan sementara penarinya sudah berlalu atau sudah masuk kalangan, “ini jangan sampai terjadi”, harapnya. Demikian pula dengan lagu atau gending harus sesuai dengan nada lagu pengiring/gong. Mendengar masukan ini duta Denpasar khususnya para pembina seperti; Nyoman Purna dan Adi Sujana menyatakan siap menindaklanjuti dengan memperbaiki semua kekurangan tersebut. Pembinaan terhadap duta seni Kota Denpasar kemarin berlangsung akrab dan sederhana, ditutup dengan makan bersama. (Sdn.Humbud.Dps.).