Denpasar, Sebagai wujud apreasiasi pemerintah terhadap peran serta masyarakat Denpasar dalam upaya ikut menggali, melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang ada di Kota Denpasar. Senin, (19/8) bertempat di Aula Hotel Inna Bali Denpasar, Wakil Walikota IGN Jaya Negara mewakili Walikota menyerahkan penghargaan “Parama Budaya” kepada dua tokoh penting yakni alm. Ida Pedanda Made Sidemen dan Ida Wayan Oka Granoka selaku pemilik Sanggar Maha Bajra Sandi Denpasar. Penyerahan dilakukan langsung Wawali IGN Jaya Negara disaksikan para pejabat dilingkungan Pemkot Denpasar dan undangan penting lainnya.
Menurut Dw. Windu Sancaya salah seorang Tim Penilai mengatakan, terpilihnya dua tokoh ini mengingat karya-karya yang dihasilkan begitu fenomenal dan berakar budaya yang kuat. Sehingga dari karya-karya beliau mampu merubah pola pikir, sikap dan cara pandang masyarakat terhadap budaya dan tatanan yang dimiliki. Dan nilai-nilai budaya yang adiluhung tersebut telah pula diimplementasikan dalam kehidupan nyata masyarakat sehari-hari. Seperti kata-kata sederhana namun sarat dengan nilai-nilai filsafat. Seperti; “Len sing ngelah carik, karang awak tandurin atau guna dusun” dari alm. Ida Pedanda Made Sidemen. Yang bermakna bagaimana seseorang yang tak punya kemampuan secara material, mampu menghadapi persaingan global diera kekinian. Caranya tentu dengan terus membangun kualitas diri yakni membangun kemampuan dan potensi yang dimiliki secara maksimal. Disamping banyak menelorkan karya-karya sastra seperti geguritan dan lain-lain. Sosok Ida Pedanda Made Sidemen juga dikenal sebagai seorang seniman, budayawan, arsitektur/undagi. Bahkan beliau juga dikenal sebagai seorang kawi dan wiku yang sangat sederhana. Demikian halnya dengan Ida Wayan Granoka pemilik sanggar Maha Bajra Sandhi Denpasar. Beliau juga tak kalah pentingnya, dikenal sebagai seorang visioner, pengabdi/perintis seni (seniman), budayawan dan sastrawan. Dari militansi dan konsistensi beliau berkesenian, banyak penghargaan telah diraih, mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi hingga tingkat Nasional dan Internasional. Dengan terpilihnya kedua tokoh ini, membuktikan bahwa Kota Denpasar telah memiliki pigur-pigur yang cerdas yang bisa dijadikan panutan dan buah pemikiran beliau mampu merubah karakter bangsa kearah yang lebih baik. Dengan ide dan gagasan yang cemerlang dan metaksu ini, kini Denpasar mampu menjadikan dirinya sebagai Kota Cerdas dengan sebutan Metropolitan namun tetap memiliki ciri, basis dan akar budaya yang kuat sebagai jati dirinya. Seperti tertuang dalam visi Kota Denpasar “Menjadikan Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Unggulan”. (Sdn.Humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025