Menu

JAGA EKSISTENSI, Disbud Denpasar Jaring Penabuh Gender dan Dalang

  • Kamis, 26 Maret 2015
  • 431x Dilihat

Denpasar, Jaga eksistensi dan keberlangsungan berkesenian masyarakat Denpasar, Pemkot melalui Dinas Kebudayaan terus lakukan penggalian. Dengan merekrut penabuh pemula lewat penjaringan bibit-bibit seniman baru seperti penabuh gender wayang dan pedalangan. Menurut Kabid Dokumen dan Perfilman Alit Sudibya didampingi Humas Disbud Sudiana saat ditemui sore kemarin mengatakan, pelatihan gratis akan berlangsung hingga Desember 2015 mulai pukul 18.00 hingga 20.00 wita bertempat di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Kamis (26/3).

            Sejak dibuka pelatihan gratis ini ke publik, antusias masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya dalam pelatihan gender dan pedalangan kali ini cukup baik. Tercatat 60 peserta dari berbagai sekolah di Kota Denpasar mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK ikut dalam pelatihan kali ini. Padahal kita tahu untuk mencari bibit penabuh khusus gender wayang maupun dalang  bisa dibilang amat sulit. Namun pada kenyataannya antusias masyarakat terhadap kegiatan pelatihan ini ternyata cukup tinggi. Sore kemarin, puluhan peserta laki maupun perempuan tampak begitu antusias mengikuti pelatihan gratis ini. Mereka tampak tekun mendengarkan pengarahan dari para pembina maupun pelatih yang disiapkan Dinas Kebudayaan Denpasar. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok-kelompok kecil guna memudahkan pembinaan. “Anak-anak sengaja saya pilah menjadi beberapa kelompok, guna memudahkan menerapkan pola pembinaan”, ujar Wayan Kerta koordinator pelatih gender didampingi pelatih dalang Md. Kembar. Menurut Wayan Kerta, 60 peserta ini nantinya akan diklasifikasikan menjadi beberapa grade/kelas. Seperti; kelas C atau pemula diperuntukkan bagi mereka yang sama sekali belum pernah menabuh, kelas B atau sudah bisa diperuntukkan bagi mereka yang sudah pernah mengenal tabuh dan kelas A atau pintar diperuntukkan bagi mereka yang sudah terbiasa atau sudah pintar, ungkapnya. Dengan pembagian kelas ini nantinya mereka tidak akan tercampur antara yang baru yang bisa dengan yang sudah pintar, imbuhnya. Dijelaskan pula masing-masing kelompok nantinya akan mendapat jatah masing-masing 10-15 menit secara bergiliran selama 2 jam waktu yang disediakan.

Sementara Kabid Dokumen Alit Sudibya mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Bertujuan untuk menggali bibit-bibit baru sekaligus dalam rangka mendukung Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya. Selain pelatihan gender dan dalang, pihaknya juga dalam waktu dekat ini akan membuka pendaftaran pelatihan gratis dalam rangka mengisi libur sekolah seperti; rebab, suling, kendang dan gong kebyar. Mereka yang berminat nantinya bisa mendaftar lewat sekolah ataupun langsung ke Dinas Kebudayaan Denpasar Jl. Hayam Wuruk 69 Denpasar mulai bulan Mei 2015 setiap hari kerja, terang Sudibya. (Sdn.Humbud.Dps.).